Mengenal Delta Force, Pasukan Elite AS di Balik Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat menandai eskalasi serius dalam hubungan Washington dan Caracas.
Media Amerika Serikat melaporkan, operasi tersebut dilakukan oleh Delta Force, unit misi khusus elit militer AS, pada Sabtu pagi 3 Januari 2026.
Kabar penangkapan itu mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan di Truth Social. Trump mengklaim Maduro dan istrinya, Cilia Flores telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela, bersamaan dengan pelaksanaan serangan militer skala besar di negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
Meski demikian, Trump tidak merinci unit mana yang menjalankan operasi itu, dan belum ada pernyataan resmi detail dari otoritas AS.
Laporan media AS, termasuk CBS News menyebut Delta Force sebagai unit yang terlibat dalam penangkapan Maduro. Delta Force dikenal sebagai salah satu pasukan paling rahasia dan mematikan milik Angkatan Darat Amerika Serikat.
Secara resmi, Delta Force bernama Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta atau 1st SFOD-D.
Mengutip Military.com, unit ini merupakan garda terdepan AS dalam operasi kontra-terorisme, termasuk menangkap atau melenyapkan target bernilai tinggi serta membongkar jaringan teroris lintas negara. Namun, cakupan tugas Delta Force tidak terbatas pada operasi tersebut.
Unit ini kerap menjalankan aksi langsung, misi penyelamatan sandera, hingga operasi rahasia yang membutuhkan presisi ekstrem. Dalam banyak kasus, Delta Force dilaporkan bekerja sama erat dengan Badan Intelijen Pusat AS (CIA).
Mengutip Hindustan Times, pasukan ini juga pernah dikerahkan untuk melindungi pejabat senior AS saat kunjungan ke zona konflik.
Dalam struktur militer AS, Delta Force berada di bawah Komando Operasi Khusus Gabungan atau Joint Special Operations Command (JSOC), sementara urusan administratifnya ditangani oleh Komando Operasi Khusus Angkatan Darat AS (USASOC). Posisi ini menempatkan Delta Force sebagai unit yang dapat digerakkan dengan cepat untuk misi-misi paling sensitif.
Delta Force dibentuk pada tahun 1977 oleh Charles Beckwith, seorang perwira Angkatan Darat AS yang terinspirasi dari pengalamannya bersama Pasukan Khusus Udara Inggris pada awal 1970-an. Kebutuhan akan pasukan kontra-terorisme yang sangat presisi semakin mendesak setelah kegagalan misi penyelamatan sandera di Iran pada 1980, yang menewaskan delapan personel militer AS.
Sejak itu, Delta Force kerap dikaitkan dengan berbagai operasi besar. Salah satu yang paling dikenal adalah operasi pada 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Karakter operasi semacam inilah yang membuat keterlibatan Delta Force dalam penangkapan Maduro menjadi sorotan luas.
Menjadi anggota Delta Force, atau dikenal dengan sebutan “D-Boy”, tidak hanya menuntut kemampuan fisik tingkat tinggi. Proses seleksi unit ini dikenal sangat ketat, dengan penekanan pada ketahanan mental, kemampuan navigasi darat, serta adaptasi psikologis ekstrem. Mayoritas personelnya direkrut dari Resimen Ranger dan Pasukan Khusus Angkatan Darat AS.