Lumpuh saat Diserang, Perbandingan Kekuatan Militer AS Vs Venezuela Bak Langit dan Bumi
Serangan senyap dan mendadak Amerika Serikat (AS) ke jantung kota Caracas, ibu kota Venezuela, pada Jumat tengah malam hingga Sabtu dini hari, 3 Januari 2025, menunjukkan betapa digdayanya kemampuan militer AS dalam merancang taktik dan menyasar target secara akurat.
Operasi yang disebut "Absolute Resolve", merupakan bagian dari operasi gabungan militer dan penegak hukum yang dirancang berlangsung cepat dan presisi, dengan target menangkap hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores – atas tuduhan terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lainnya, yang ditolak keras Caracas.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa operasi "Absolute Resolve" ini telah dipersiapkan dengan cermat selama berbulan-bulan, melibatkan pasukan AS dan 150 pesawat yang lepas landas dari 20 pangkalan udara di seluruh Belahan Bumi Barat.
VIVA Militer: Kapal induk USS Harry S. Truman (CVN-75) militer Amerika Serikat
Presiden Trump dalam konferensi pers pada hari Sabtu di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, memuji operasi untuk menangkap Maduro sebagai salah satu "pertunjukan kekuatan dan kompetensi militer Amerika yang paling menakjubkan, efektif, dan kuat dalam sejarah Amerika".
Sebagai bagian dari operasi tersebut, pasukan AS juga berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela, dengan Trump mengatakan bahwa "lampu Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki," tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Beberapa ledakan yang memekakkan telinga terdengar di seluruh Caracas, dengan Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, menggambarkannya sebagai bagian dari "serangan gabungan militer dan penegak hukum besar-besaran," yang berlangsung kurang dari 30 menit.
Helikopter AS kemudian mendarat di kompleks Maduro di ibu kota pada pukul 02.01 (06.01 GMT) pada hari Sabtu, dan presiden Venezuela serta istrinya kemudian dibawa ke tahanan AS.
Operasi militer AS yang berlangsung singkat mampu melumpuhkan pertahanan udara Venezuela tanpa perlawanan dan menculik Presiden Maduro menujukkan digdayanya kekuatan militer AS, sebagaimana dipuji Trump.
Kekuatan Militer Venezuela Jauh Tertinggal dari AS
VIVA Militer: Senapan AK-103 buatan Rusia digunakan militer Venezuela
VIVA Militer: Senapan AK-103 buatan Rusia digunakan militer Venezuela
Berdasarkan data Global Firepower, militer Amerika Serikat unggul hampir di seluruh aspek utama, mulai dari jumlah personel, alutsista, anggaran pertahanan, hingga kemampuan proyeksi kekuatan global.
Dalam pemeringkatan Global Firepower, Amerika Serikat menempati peringkat pertama dunia dengan indeks kekuatan militer (PowerIndex) 0,0744, sementara Venezuela berada di peringkat ke-50 dengan PowerIndex 0,8882. Semakin kecil nilai indeks, semakin besar kekuatan militer suatu negara.
Dari sisi personel, militer AS memiliki sekitar 1,3 juta personel aktif dan hampir 800 ribu pasukan cadangan. Sebaliknya, Venezuela hanya memiliki sekitar 109 ribu personel aktif dan 8 ribu cadangan, meski didukung kelompok paramiliter dalam negeri yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam struktur militer reguler.
Kesenjangan paling mencolok terlihat pada kekuatan udara. Amerika Serikat mengoperasikan lebih dari 13 ribu unit pesawat, termasuk jet tempur generasi terbaru, pesawat pengebom strategis, pesawat tanker, serta armada intelijen udara. Venezuela tercatat hanya memiliki sekitar 229 pesawat, dengan jumlah jet tempur yang terbatas.
Di sektor angkatan laut, Amerika Serikat juga unggul mutlak. Armada laut AS terdiri dari ratusan kapal perang, termasuk 11 kapal induk bertenaga nuklir, puluhan kapal perusak dan kapal selam nuklir. Sementara itu, Venezuela hanya mengoperasikan puluhan kapal patroli dan kapal kecil tanpa kapal induk atau kapal perusak besar.
Perbedaan kemampuan ini diperkuat oleh faktor anggaran pertahanan. Amerika Serikat mengalokasikan hampir US$900 miliar per tahun untuk sektor militer, terbesar di dunia. Sementara Venezuela, yang tengah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan, hanya memiliki anggaran pertahanan sekitar US$4 miliar.
Dari sisi kapabilitas strategis, militer AS memiliki kemampuan proyeksi kekuatan global melalui jaringan pangkalan militer di berbagai kawasan dunia, didukung teknologi persenjataan canggih, sistem satelit, serta kemampuan perang siber. Militer Venezuela, sebaliknya, lebih berfokus pada pertahanan nasional dan regional dengan keterbatasan operasional.
Meski Venezuela memiliki keunggulan dalam cadangan sumber daya alam, khususnya minyak, faktor tersebut tidak secara langsung meningkatkan kekuatan militernya akibat keterbatasan investasi dan modernisasi alat utama sistem senjata.
Secara keseluruhan, data Global Firepower menegaskan bahwa kekuatan militer Venezuela berada jauh di bawah Amerika Serikat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, menjadikan keseimbangan militer kedua negara sangat timpang.