Profil Delcy Rodriguez, Perempuan yang Kini Pimpin Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, langsung mengecam Amerika Serikat atas penangkapan Nicolas Maduro.
Ia juga menegaskan kesetiaannya kepada Maduro yang kini ditahan di Brooklyn, New York, AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodriguez setelah Mahkamah Agung (MA) Venezuela memerintahkannya menjabat sebagai presiden ad interim atau sementara.
“Apa yang dilakukan terhadap Venezuela adalah kekejaman yang melanggar hukum internasional. Sejarah dan keadilan akan membuat para ekstremis yang mempromosikan agresi bersenjata ini membayar perbuatannya,” ujar Delcy dalam pidato pertamanya, dikutip dari The Guardian, Minggu (4/1/2026).
“Hanya ada satu presiden di Venezuela dan namanya adalah Nicolas Maduro,” sambung Rodriguez yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela.
Lalu, siapakah sosok Delcy Rodriguez yang menjadi pemimpin sementara Venezuela?
Profil Delcy Rodriguez
Delcy Rodriguez merupakan perempuan kelahiran Caracas, Venezuela, pada 18 Mei 1969.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, Minggu (4/1/2026), ia adalah putri Jorge Antonio Rodriguez, seorang pejuang sayap kiri sekaligus pendiri Partai Liga Sosialis pada 1970-an.
Masa kecil Rodriguez terbilang kelam. Ayahnya meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan di tahanan polisi pada akhir 1976.
Insiden ini merupakan sebuah praktik kejahatan yang kala itu juga dialami banyak aktivis politik, termasuk Nicolas Maduro saat masih muda.
Setelah dewasa, Rodriguez menempuh pendidikan di Central University of Venezuela dan berkarier sebagai pengacara.
Ia kemudian terjun ke dunia politik dan menapaki karier yang melesat dalam beberapa dekade terakhir.
Pada 2013–2014, Rodriguez ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.
Ia lalu menjabat Menteri Luar Negeri pada 2014–2017, sebelum dipercaya memimpin Majelis Konstituen pro-pemerintah pada 2017.
Selain itu, Rodriguez memegang peran strategis sebagai Menteri Keuangan dan Perminyakan, jabatan yang dijalaninya bersamaan dengan posisinya sebagai Wakil Presiden Venezuela.
Dalam peran tersebut, ia menjadi figur kunci dalam pengelolaan ekonomi nasional, termasuk di tengah lesunya sektor swasta.
Rodriguez dikenal menerapkan kebijakan ekonomi ortodoks untuk menekan laju hiperinflasi.
Ia juga mendapat mandat langsung dari Maduro untuk menghadapi sanksi Amerika Serikat yang kian menekan industri vital Venezuela.
Atas loyalitas dan pembelaannya yang keras terhadap pemerintahan sosialis, Maduro menjuluki Rodriguez sebagai “harimau”.
Saat melantiknya sebagai wakil presiden pada Juni 2018, Maduro menggambarkan Rodriguez sebagai “seorang perempuan yang pemberani, berpengalaman, putri seorang martir, revolusioner, dan teruji dalam seribu pertempuran”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang