Wapres JD Vance Bela Tindakan AS terhadap Venezuela di Tengah Kritik Global

Venezuela, Wapres JD Vance Bela Tindakan AS terhadap Venezuela di Tengah Kritik Global, Venezuela Dinilai Terlibat Perdagangan Narkoba Global, Sorotan terhadap Perdagangan Kokain, Meksiko Tetap Jadi Fokus Kebijakan Narkoba AS, Isu Aset Minyak dan Kritik Kebijakan Energi, Penangkapan Nicolas Maduro

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan pembelaan atas kebijakan Washington terhadap Venezuela, Minggu (4/1/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah kritik internasional terhadap langkah Amerika Serikat di negara Amerika Latin tersebut.

Dilansir Antara dari Anadolu, Vance menilai Venezuela memiliki peran penting dalam perdagangan narkoba global serta persoalan aset energi.

Ia menegaskan kebijakan AS didasarkan pada pertimbangan keamanan dan ekonomi.

Venezuela Dinilai Terlibat Perdagangan Narkoba Global

Vance menanggapi klaim yang menyebut Venezuela tidak terkait dengan perdagangan narkoba internasional karena sebagian besar fentanil berasal dari wilayah lain.

Menurut dia, pandangan tersebut mengabaikan sejumlah fakta penting.

Ia menyatakan fentanil bukan satu-satunya narkoba yang beredar di dunia dan menegaskan bahwa pasokan fentanil juga pernah berasal dari Venezuela.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance melalui platform media sosial X.

Sorotan terhadap Perdagangan Kokain

Selain fentanil, Vance menyoroti peredaran kokain yang disebutnya sebagai narkoba utama yang diperdagangkan keluar dari Venezuela.

Ia mengatakan kokain masih menjadi sumber pendapatan besar bagi kartel narkoba di Amerika Latin.

Menurut Vance, memutus atau mengurangi aliran dana dari perdagangan kokain akan secara signifikan melemahkan kekuatan kartel.

Ia menegaskan bahwa ancaman kokain tidak boleh diabaikan dalam kebijakan pemberantasan narkoba.

Meksiko Tetap Jadi Fokus Kebijakan Narkoba AS

Meski menyoroti peran Venezuela, Vance menyatakan Meksiko tetap menjadi fokus utama kebijakan pemberantasan narkoba Amerika Serikat karena keterkaitannya dengan perdagangan fentanil.

Ia juga merujuk pada keputusan Presiden Donald Trump yang menutup perbatasan pada hari pertama masa jabatannya sebagai bagian dari langkah penanggulangan narkoba.

Isu Aset Minyak dan Kritik Kebijakan Energi

Menanggapi kritik terkait kebijakan minyak dan energi, Vance menyatakan Venezuela telah mengambil alih aset minyak milik perusahaan Amerika Serikat sekitar dua dekade lalu.

Ia menilai sumber daya tersebut, hingga beberapa waktu lalu, digunakan untuk memperkaya negara dan mendanai aktivitas yang ia sebut sebagai kegiatan narkoterorisme.

Vance juga mengakui adanya kekhawatiran terkait penggunaan kekuatan militer, namun mempertanyakan sikap pasif terhadap tindakan yang ia gambarkan sebagai pencurian aset oleh pemerintahan komunis di kawasan Belahan Barat.

Penangkapan Nicolas Maduro

Pernyataan Vance disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa aksi militer Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump menyebut Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan jika diperlukan.

Ia menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan mempertahankan kekuasaan melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang kini ditahan di fasilitas penahanan di New York sambil menunggu proses hukum atas tuduhan narkoba, membantah seluruh tuduhan tersebut. Sejumlah pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang