Venezuela Terima Rp 5 Triliun dari AS, Dana Minyak Dipakai Stabilkan Valas
Pemerintah sementara Venezuela menerima dana sekitar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5 triliun dari hasil penjualan minyak oleh Amerika Serikat.
Dana tersebut menjadi penerimaan pertama Venezuela dari kesepakatan minyak setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh otoritas AS pada awal Januari 2026.
Penerimaan dana ini diumumkan langsung oleh Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez.
Pemerintah menilai dana hasil penjualan minyak tersebut penting untuk menopang stabilitas pasar valuta asing yang selama ini tertekan krisis ekonomi berkepanjangan.
Dana tersebut berasal dari penjualan sebagian minyak Venezuela yang diambil AS dari cadangan nasional dan dipasarkan ke pasar global.
Dana hasil penjualan minyak mulai diterima
Delcy Rodriguez mengatakan dana yang masuk merupakan bagian awal dari kesepakatan penjualan minyak senilai total sekitar 500 juta dollar AS atau setara Rp 8 triliun.
Dari jumlah tersebut, Venezuela telah menerima sekitar Rp 5 triliun.
"Kami perlu menyampaikan bahwa dana dari penjualan minyak sudah kami terima, dan dari total awal sekitar 500 juta dollar AS, sebanyak 300 juta dollar AS telah masuk," ujar Rodriguez, dikutip dari Reuters, Selasa (21/01/2026).
Meski catatan pelayaran menunjukkan minyak tersebut belum sepenuhnya diekspor secara fisik, dana hasil penjualan telah ditransfer lebih dulu ke rekening luar negeri.
Dana disalurkan lewat perbankan untuk stabilisasi valas
Pemerintah Venezuela menyebut dana tersebut ditempatkan di rekening di Qatar sebelum dialokasikan ke sistem perbankan nasional.
Sejumlah bank domestik telah diberi pemberitahuan untuk membagi dan menyalurkan dana tersebut.
Dana akan digunakan melalui mekanisme pasar valuta asing dengan melibatkan bank nasional dan Bank Sentral Venezuela.
Pemerintah menargetkan stabilisasi nilai tukar dan perlindungan daya beli masyarakat.
"Dana awal ini akan digunakan melalui pasar valuta asing Venezuela oleh bank nasional dan bank sentral untuk memperkuat dan menstabilkan pasar serta melindungi pendapatan dan daya beli para pekerja," jelas Rodriguez.
Langkah ini diambil di tengah fluktuasi nilai tukar dan keterbatasan devisa yang masih membebani perekonomian Venezuela.
Reformasi undang-undang minyak dorong investasi asing
Seiring penerimaan dana tersebut, pemerintah sementara juga mendorong reformasi Undang-Undang Minyak yang mulai dibahas di parlemen.
Reformasi ini ditujukan untuk membuka ruang investasi asing yang lebih luas di sektor energi.
Rodriguez menyebut, perubahan aturan akan menata ulang model kemitraan yang selama ini mewajibkan perusahaan minyak negara PDVSA memegang kendali mayoritas.
kontrak tersebut merupakan elemen fundamental yang harus dituangkan dalam reformasi undang-undang," terang Rodriguez.
Reformasi ini sejalan dengan kebijakan AS yang mulai melonggarkan sanksi perdagangan minyak Venezuela dan membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan untuk terlibat dalam transaksi minyak mentah Venezuela.
Dengan masuknya dana hasil penjualan minyak dan rencana perubahan regulasi energi, pemerintah Venezuela menargetkan pemulihan bertahap sektor keuangan dan produksi minyak nasional.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Venezuela Cuan, Kantongi Duit Rp 5 Triliun dari Kesepakatan Penjualan Minyak AS.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang