Venezuela Minta DK PBB Desak AS Bebaskan Maduro dan Ibu Negara
Utusan Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Samuel Moncanda mengatakan bahwa aksi militer AS terbaru terhadap Venezuela yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro didorong oleh keinginan untuk mengendalikan sumber daya alamnya.
"3 Januari 2026 adalah tanggal yang memiliki makna historis yang mendalam, tidak hanya bagi Venezuela tetapi juga bagi sistem internasional secara keseluruhan," kata Samuel Moncada saat berbicara pada sesi darurat Dewan Keamanan PBB, dilansir Anadolu, Senin, 6 Januari 2026.
Moncada menggambarkan aksi militer AS sebagai "serangan bersenjata yang tidak sah dan tanpa dasar hukum."
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dihadirkan di pengadilan AS
"Venezuela hadir di hadapan Dewan ini hari ini dengan keyakinan yang mendalam bahwa perdamaian internasional hanya dapat dipertahankan jika hukum internasional dihormati tanpa pengecualian, tanpa standar ganda, dan tanpa interpretasi selektif," katanya.
Dia menekankan bahwa aksi AS terbaru "merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB yang dilakukan oleh pemerintah AS," dan memperingatkan bahwa "hari ini, bukan hanya kedaulatan Venezuela yang dipertaruhkan."
"Kredibilitas hukum internasional, otoritas organisasi ini, dan validitas prinsip bahwa tidak ada negara yang dapat menempatkan dirinya sebagai hakim, pihak, dan pelaksana tatanan dunia juga dipertaruhkan," katanya.
Ia menyebut kekayaan alam Venezuela sebagai motif di balik serangan AS. "Kita tidak dapat mengabaikan elemen sentral dari agresi AS ini. Venezuela adalah korban serangan ini karena sumber daya alamnya."
"Minyak, energi, sumber daya strategis, dan posisi geopolitik negara kami secara historis telah menjadi faktor keserakahan dan tekanan eksternal," tambahnya.
Dia berpendapat bahwa penggunaan kekerasan untuk mengendalikan sumber daya negara lain atau mendesain ulang pemerintahan "mengingatkan kita pada praktik terburuk kolonialisme dan neokolonialisme."
Menyerukan Dewan Keamanan untuk bertindak, dia menuntut pemerintah AS untuk "sepenuhnya menghormati kekebalan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Celia Flores, serta pembebasan segera dan kepulangan mereka dengan selamat ke Venezuela."
"Terlepas dari keseriusan peristiwa di Venezuela, saya ingin memberi tahu badan ini dan komunitas internasional bahwa lembaga-lembaga berfungsi normal, bahwa tatanan konstitusional telah terjaga," tegasnya