Dari Istana Mewah Venezuela ke Penjara Brooklyn, Begini Kehidupan Nicolas Maduro dan Istrinya di Balik Jeruji AS
Perjalanan hidup Nicolás Maduro berubah drastis dalam waktu singkat. Dari kemegahan istana kepresidenan Venezuela, ia kini harus menyesuaikan diri dengan realitas keras penjara federal Amerika Serikat.
Bersama sang istri, Cilia Flores, Maduro menjadi sorotan dunia setelah ditahan dan ditempatkan di Metropolitan Detention Center (MDC), Brooklyn, New York, fasilitas penahanan yang dikenal memiliki reputasi buruk.
Presiden Venezuela dan ibu negara itu diperkirakan akan menghadapi dua hal utama selama menjalani hari-hari mereka di MDC, yaitu ketidaknyamanan ekstrem dan pengamanan tingkat tinggi. Konsultan penjara federal, Sam Mangel, menggambarkan kondisi tersebut secara gamblang.
“Tempat itu benar-benar seperti neraka. Hampir tidak ada sistem pendingin udara. Pemanas sangat minim. Setiap tahanan hanya mendapat satu selimut wol. Mereka tidur di atas kombinasi kasur dan bantal setebal 2 inci di atas lempengan logam,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari CNN, Minggu, 11 Januari 2026.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dihadirkan di pengadilan AS
Maduro dan Flores menjadi tahanan berprofil tinggi terbaru di MDC, penjara federal yang sering mengalami pemadaman listrik, kekurangan staf, serta banyak keluhan dari para tahanan. Hingga kini, belum dapat dipastikan secara rinci bagaimana pasangan tersebut diperlakukan, karena pihak penjara maupun kuasa hukum mereka tidak memberikan komentar.
Namun, menurut Mangel dan sejumlah pihak yang berpengalaman dengan sistem penjara federal, Maduro dan Flores kemungkinan besar ditempatkan di area terpisah, tidak bercampur dengan tahanan umum. Mereka diperkirakan berada di sel terpisah dan sendirian.
“Dalam kasusnya, dia adalah risiko keamanan jika ditempatkan di populasi umum. Tidak ada yang tahu apa pandangan tahanan lain terhadap dirinya, anggota geng atau kartel lain, jadi menempatkannya di populasi umum kapan pun akan menjadi risiko keamanan besar bagi fasilitas,” terang Mangel.
Sebelum ditangkap militer AS, pasangan ini tinggal di Istana Miraflores, kediaman presiden Venezuela yang luas dengan arsitektur neoklasik, aula megah, dan halaman tertata rapi. Kini, mereka berada di antara para tahanan yang terdiri dari tersangka dan terdakwa berbagai kasus berat, termasuk kejahatan serius dan perkara berprofil tinggi.
Dalam sidang perdana mereka di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas dakwaan narkoba dan senjata, serta memilih, setidaknya untuk saat ini, tidak menggugat penahanan mereka. Hakim juga mengingatkan bahwa sebagai warga negara Venezuela, mereka berhak berkonsultasi dengan pejabat konsuler negara tersebut.
Sementara itu, menurut mantan kepala Bureau of Prisons, Hugh Hurwitz, kontak antara Maduro dan istrinya hampir tidak ada, kecuali jika mereka memiliki jadwal pertemuan dengan pengacara pada waktu yang sama.
Kehidupan tahanan yang dipisahkan dari populasi umum biasanya mengikuti rutinitas ketat, seperti bangun pukul 06.00 pagi, waktu harian untuk bertemu pengacara, olahraga luar ruangan total lima jam per minggu, serta kunjungan harian petugas kesehatan.
Besar kemungkinan, Maduro ditempatkan di Special Housing Unit (SHU), area isolasi dengan pembatasan ketat. Menurut pengacara hak sipil Daniel McGuinness, tahanan di SHU bisa menghabiskan hingga 23 jam sehari di dalam sel, dengan akses terbatas ke panggilan hukum dan protokol pengawalan ketat saat keluar sel.
“Saya tidak tahu apakah mereka menguncinya di sel selama 23 jam sehari, tetapi tidak diragukan dia berada di unit aman yang tidak bisa diakses siapa pun. Saya yakin mereka memisahkannya dari tahanan lain,” kata Hurwitz menambahkan.
Sebagaimana diketahui, MDC Brooklyn kerap disebut oleh pengacara dan mantan tahanan sebagai tempat yang “menjijikkan” dan memiliki kondisi “mengerikan”. Pada 2024, dua tahanan dilaporkan tewas akibat diserang sesama tahanan menggunakan senjata rakitan.