Top 10+ Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia: Venezuela Nomor 1, AS Tertinggal Jauh

cadangan minyak, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, cadangan minyak terbesar di dunia, Cadangan minyak Venezuela, 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia: Venezuela Nomor 1, AS Tertinggal Jauh

Isu cadangan minyak kembali menjadi sorotan global setelah Amerika Serikat menyatakan ambisinya untuk menguasai sumber daya minyak Venezuela.

Negara Amerika Selatan itu selama ini dikenal sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana pengelolaan minyak Venezuela memicu perhatian internasional sekaligus membuka kembali perdebatan mengenai peta kekuatan energi global dan kepentingan geopolitik di baliknya.

Sorotan kian menguat setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan khusus AS yang disebut sebagai langkah awal menuju pengambilalihan sektor minyak negara tersebut.

Di tengah polemik itu, menarik untuk mencermati daftar negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Dalam daftar, posisi Amerika Serikat ternyata masih tertinggal jauh dibandingkan Venezuela serta sejumlah negara produsen minyak utama lainnya.

Berikut sepuluh negara dengan jumlah cadangan minyak terbesar di dunia.

10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Merujuk laporan Al Jazeera, Jumat (4/9/2025), Venezuela berada di peringkat pertama sebagai negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Cadangan minyak Venezuela diperkirakan mencapai 303 miliar barel pada 2023.

Sementara itu, Arab Saudi bercokol di peringkat kedua dengan cadangan minyak sebanyak 267,2 miliar barel.

Iran berada di posisi ketiga cadangan minyak sebesar 208,6 miliar barel dan Kanada 163,6 miliar barel.

Bila ditotal, empat negara tersebut memiliki lebih dari setengah cadangan minyak terbesar di dunia.

Setelah Kanada, Irak menjadi negara kelima dengan cadangan minyak terbesar di dunia sejumlah 145,02 miliar barel.

Amerika Serikat (AS) yang berambisi mengambil alih minyak Venezuela hanya mampu menduduki peringkat ke-9.

Cadangan minyak Negeri Paman Sam lebih rendah dari negara-negara yang sudah disebutkan. Jumlahnya hanya 55,25 miliar barel.

Berikut sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia seperti laporan Al Jazeera

  1. Venezuela: 303,32 miliar barel
  2. Arab Saudi: 267,2 miliar barel
  3. Iran 208,6 miliar barel
  4. Kanada: 163,63 miliar barel
  5. Irak: 145,02 miliar barel
  6. Uni Emirat Arab: 113 miliar barel
  7. Kuwait: 101,5 miliar barel
  8. Rusia: 80 miliar barel
  9. Amerika Serikat: 55,25 miliar barel
  10. Libya: 48,36 miliar barel.

Pasokan Minyak Global Turun

Meski banyak negara memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, pasokan minyak secara global ternyata mengalami penghentian memasuki kuartal IV 2025.

Mengutip laporan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), pasokan minyak global pada bulan November turun sebesar 610 kb/d dari bulan Oktober dan turun sebesar 1,5 mb/d dari rekor tertinggi sepanjang masa pada bulan September. 

OPEC+ menyumbang 80 persen dari penurunan selama periode dua bulan tersebut yang mencerminkan gangguan produksi yang tidak direncanakan secara signifikan di Kuwait dan Kazakhstan.

Sementara itu, produksi dari Rusia dan Venezuela yang terkena sanksi mengalami kontraksi tajam. 

Total ekspor minyak Rusia turun sekitar 400 kb/d pada bulan November menjadi 6,9 mb/d, karena para pembeli menilai implikasi dan risiko yang terkait dengan sanksi yang lebih ketat.

Akibatnya, harga minyak Urals anjlok sebesar 8,2 dollar AS/bbl menjadi 43,52 dollar AS/bbl, menyeret pendapatan ekspor ke level terendah sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. 

Sebaliknya, pemuatan minyak Iran terus berlanjut dengan cepat sekitar 1,9 juta barel per hari dalam beberapa bulan terakhir.

Tetapi, dengan kilang independen China menghentikan pembelian di tengah kuota impor yang habis, minyak Iran yang diangkut melalui laut melonjak sebesar 40 juta barel sejak Agustus. 

Untuk negara-negara non-OPEC+, Amerika Serikat, Brasil, dan biofuel merupakan kontributor utama penurunan tersebut. 

Meskipun demikian, pasokan minyak global tetap berada di jalur yang tepat untuk meningkat sebesar 3 juta barel per hari pada tahun 2025 dan 2,4 juta barel per hari lagi pada tahun 2026.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang