Tak Hanya Presiden Venezuela, AS Pernah Menangkap Kepala Negara Lain, Ada yang Bernasib Tragis
Penangkapan dan penahanan presiden Venezuela, Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat cukup mengejutkan di awal tahun 2026 ini. Presiden Donald Trump melalui milter AS, diketahui melakukan penangkapan terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu waktu setempat.
Penangkapan presiden Venezuela dan istrinya ini lantaran AS menuduh Maduro terlbat dalam aksi nakro-terorisme. Ternyata penangkapan kepala negara oleh AS bukan pertama kali dilakukan. Sebelum Trump menjabat beberapa presiden sebelumnya juga pernah menangkap pemimpin sebuah negara.
Lantas siapa saja mereka? Berikut ini deretan pemimpin negara yang pernah ditangkap oleh Amerika Serikat seperti dilansir dari laman en.as.com, Selasa 6 Januari 2026.
2026: Nicolás Maduro – Venezuela
Penangkapan Maduro menjadi kasus pertama di abad ke-21 di mana operasi Amerika Serikat menahan seorang presiden Amerika Latin yang masih aktif memerintah. Otoritas AS sudah lama menuduh Maduro terlibat dalam narkoterorisme dan penghindaran sanksi. Namun, langkah dari sekadar dakwaan menuju penahanan fisik merupakan eskalasi yang sangat drastis.
Para pengkritik menilai tindakan ini berisiko menciptakan preseden berbahaya terhadap kedaulatan negara, sementara dibalik itu, pendukungnya melihatnya sebagai bentuk pertanggungjawaban yang sudah lama tertunda. Sidang pengadilan Maduro dijadwalkan berlangsung di New York pada Senin, 5 Januari.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di AS usai ditangkap
Haiti Penggulingan Aristide tetap menjadi salah satu episode paling kontroversial dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat modern. Di tengah pemberontakan bersenjata, pasukan AS mengawal Aristide naik pesawat dan menerbangkannya keluar dari Haiti. Washington menyebutnya sebagai evakuasi demi keselamatan, sementara Aristide menyebutnya sebagai penculikan. Apakah peristiwa ini layak disebut sebagai “penangkapan” masih diperdebatkan hingga kini, tetapi peran kendali AS dalam pemindahannya tidak diragukan.
Mantan Presiden Haiti Jean Bertrand Aristide.
2003: Saddam Hussein – Irak
Saddam Hussein ditangkap di dekat Tikrit setelah berbulan-bulan bersembunyi, menyusul invasi Irak yang dipimpin Amerika Serikat. Ia ditemukan di sebuah tempat perlindungan bawah tanah, dan penangkapannya menjadi simbol runtuhnya rezim Partai Ba’ath.
Saddam kemudian diadili oleh pengadilan Irak dan dieksekusi mati pada tahun 2006, menjadikan kasus ini sebagai yang paling terstruktur secara hukum di antara semua contoh yang ada.
Saddam Hussein
1990: Manuel Noriega – Panama
Noriega, yang sebelumnya merupakan aset CIA, ditangkap saat invasi Amerika Serikat ke Panama. Ia dibawa ke AS, diadili di pengadilan federal, dan dijatuhi hukuman atas kasus perdagangan narkoba. Penangkapannya sering dianggap sebagai contoh paling jelas bagaimana AS memperlakukan kepala negara asing sebagai terdakwa kriminal.
1901: Emilio Aguinaldo – Filipina
Selama Perang Amerika–Filipina, pasukan AS menangkap Aguinaldo melalui operasi rahasia. Meski bukan presiden dalam pengertian modern, ia memimpin pemerintahan tandingan yang mengklaim kedaulatan, sehingga layak dimasukkan dalam daftar ini. Penangkapannya secara efektif melumpuhkan perlawanan terorganisasi dan menegaskan meluasnya kekuatan imperialis Amerika pada awal abad ke-20.