Serangan Senyap AS ke Venezuela Terungkap, Operasi Rahasia Disiapkan Berbulan-bulan hingga Maduro Ditangkap
Operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ternyata bukan aksi spontan. Militer AS mengungkapkan bahwa misi tersebut telah dirancang dan dilatih secara intensif selama berbulan-bulan sebelum dieksekusi pada awal Januari 2026.
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine menyatakan, operasi yang diberi nama Operasi Absolute Resolve dilakukan secara tertutup dengan tingkat presisi tinggi. Menurutnya, misi tersebut dijalankan pada waktu yang sangat terbatas demi meminimalkan risiko.
“Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari,” ujar Caine dalam pengarahan resmi pada Sabtu waktu setempat dikutip dari Fox News.
Caine menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan hasil dari perencanaan dan latihan panjang yang melibatkan berbagai elemen militer Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut misi itu sebagai jenis operasi yang hanya bisa dijalankan oleh militer AS.
“Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan; sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer AS,” lanjutnya.
Donald Trump Pamer Foto Presiden Venezuela, Maduro Usai Ditangkap
Meski demikian, Caine tidak menutup kemungkinan bahwa pasukan AS dapat kembali ditugaskan untuk misi serupa di masa mendatang, tergantung pada perkembangan situasi keamanan global.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan serangan besar terhadap Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.
Pengumuman tersebut segera memicu perhatian internasional. Sejumlah media internasional melaporkan adanya ledakan di ibu kota Caracas dan mengklaim bahwa operasi itu melibatkan unit elite militer AS, Delta Force, meski belum ada konfirmasi resmi terkait keterlibatan satuan tersebut.
Presiden Venezuela Maduro dan Istrinya Didakwa Tuduhan Terorisme Narkoba
Di sisi lain, aspek hukum dari penangkapan Maduro juga mulai terkuak. Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi menyatakan bahwa Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan pidana berat.
“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorism,” tulis Bondi melalui akun media sosial X.
Bondi menjelaskan, dakwaan tersebut mencakup konspirasi impor kokain ke Amerika Serikat, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi kepemilikan senjata yang ditujukan terhadap AS.
Atas dakwaan tersebut, Maduro dan Flores dipastikan akan segera diadili di Amerika Serikat. Bondi menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan sepenuhnya di wilayah AS.
“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kekuatan hukum Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” ujar Bondi.
Trump menambahkan bahwa operasi penangkapan tersebut dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Ia juga menyebutkan bahwa rincian lebih lanjut terkait penangkapan Maduro akan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida.