Suram! Deretan Perusahaan Raksasa Ini Mulai PHK Massal di Januari 2026
Awal tahun 2026 menjadi periode yang berat bagi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS). Setelah euforia musim liburan berakhir, banyak perusahaan mulai mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Fenomena ini memperlihatkan tekanan ekonomi global yang masih terasa, perubahan strategi bisnis, serta percepatan adopsi teknologi.
PHK kerap dianggap sebagai tanda perlambatan ekonomi. Namun, para analis menilai kondisi ini lebih kompleks. Restrukturisasi organisasi, efisiensi biaya operasional, hingga optimalisasi keuntungan bagi pemegang saham turut memengaruhi keputusan perusahaan.
Data dari laporan Challenger, Gray & Christmas yang dirilis Desember 2025 mencatat lebih dari 1,1 juta kasus PHK terjadi sepanjang 2025, menunjukkan tekanan struktural yang masih berlanjut memasuki 2026.
Aturan PHK Massal di Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, perusahaan yang berencana melakukan PHK massal wajib mematuhi Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) Act. Aturan ini mengharuskan pemberi kerja memberikan pemberitahuan minimal 60 hari sebelum PHK dilakukan.
Berdasarkan laporan Newsweek, lebih dari 100 perusahaan telah mengajukan pemberitahuan WARN untuk PHK yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026. Terkait ini, sejumlah pakar menilai ketidakpastian kebijakan dan perkembangan teknologi menjadi pemicu utama gelombang PHK.
“Ketidakpastian ekonomi saat ini berasal dari volatilitas kebijakan perdagangan dan fiskal, serta shutdown pemerintahan. Kami juga mengalami perubahan struktural mendasar yang didorong oleh AI, yang menurut saya dapat berinteraksi dengan volatilitas kebijakan dan politik," ungkap Joanne Song McLaughlin, ekonom tenaga kerja dari University of Buffalo, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Senin, 5 Januari 2026.
"Ketidakpastian ini membuat pemberi kerja sulit memprediksi, sehingga mereka kemungkinan besar akan mengurangi investasi dan tenaga kerja,” jelasnya.
Pandangan berbeda disampaikan konsultan sumber daya manusia Bryan Driscoll. Ia menilai PHK lebih mencerminkan orientasi kepemimpinan perusahaan. “Ini bukan tanda bahwa seluruh ekonomi sedang runtuh. Ini adalah tanda bahwa kepemimpinan lebih fokus menyenangkan pemegang saham daripada mendukung para pekerja yang sebenarnya menjaga perusahaan tetap berjalan,” ungkapnya.
Pada pekan yang berakhir 27 Desember, tercatat 199.000 warga Amerika Serikat mengajukan klaim tunjangan pengangguran. Dari ratusan daftar tersebut, berikut perusahaan besar yang lakukan PHK di awal 2026.
Daftar Perusahaan yang Ajukan PHK Januari 2026
Ilustrasi kantor Amazon
1. Amazon
2. FedEx
3. General Motors
4. Nike Retail Services, Inc.
5. McDonald’s
6. H&M Fashion USA, Inc.
7. Louis Vuitton USA Inc.
8. Panasonic Well LLC
9. Shell Recharge Solutions
10. Warner Music Group
Meski tidak selalu menandakan resesi, gelombang PHK di perusahaan besar menunjukkan bahwa dunia kerja masih berada dalam fase penyesuaian besar. Adaptasi keterampilan, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan AI, dinilai semakin krusial bagi tenaga kerja ke depan.