Raksasa E-Commerce Tutup Kantor, Ratusan Karyawan Kena PHK Massal

Ilustrasi belanja online.
Ilustrasi belanja online.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam raksasa e-commerce eBay. Perusahaan tersebut dikabarkan akan menutup salah satu kantor utamanya di San Francisco, California. 

Penutupan kantor ini menambah daftar panjang perusahaan besar yang mulai mengurangi jejak operasionalnya di San Francisco, kota yang sebelumnya dikenal sebagai pusat kejayaan industri teknologi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari The Street, Minggu, 19 April 2026, eBay akan menutup kantor yang berlokasi di 300 Mission Street, San Francisco, dengan operasional yang dijadwalkan berhenti sepenuhnya pada 30 September 2026. Informasi ini tercantum dalam dokumen Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) yang diajukan di California pada 10 April 2026.

Langkah tersebut memicu spekulasi soal nasib para pekerja di lokasi tersebut, terlebih perusahaan juga sedang melakukan efisiensi besar dalam struktur organisasinya.

Sebelumnya, eBay telah mengonfirmasi rencana PHK terhadap sekitar 800 karyawan secara global, atau setara 6 persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menyelaraskan sumber daya dengan prioritas jangka panjang.

Berdasarkan dokumen regulator, sebanyak 243 karyawan juga terkena PHK di kantor pusat eBay yang berlokasi di 2025 Hamilton Ave, San Jose. Selain itu, terdapat 28 PHK yang terkait langsung dengan kantor San Francisco di 300 Mission Street, ditambah pemberitahuan terpisah yang menyebutkan 198 posisi terdampak di lokasi yang sama.

Namun, tidak semua pekerja kehilangan pekerjaan. Sebanyak 198 karyawan tersebut disebut akan dipindahkan ke kantor pusat perusahaan di San Jose, bukan diberhentikan.

Penutupan kantor San Francisco sendiri disebut terjadi karena masa sewa gedung telah berakhir, dan perusahaan memilih untuk memusatkan kembali aktivitasnya di kantor pusat San Jose.

Sebelumnya, perusahaan besar seperti Pfizer, Meta, X, hingga Block juga telah mengurangi atau meninggalkan ruang kantor mereka di kota tersebut.

Meski melakukan PHK dan penutupan kantor, eBay tetap agresif berinvestasi untuk pertumbuhan masa depan. Pada Februari 2026, perusahaan mengakuisisi platform jual beli fesyen Depop dari Etsy senilai US$1,2 miliar atau setara Rp20,4 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penetrasi eBay ke pasar generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang menjadi basis utama pengguna Depop. Platform tersebut memiliki lebih dari 7 juta pembeli aktif dan 3 juta penjual aktif, dengan sekitar 90 persen pembelinya berusia di bawah 34 tahun.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut akuisisi ini akan mempercepat strategi consumer-to-consumer (C2C) eBay dan memperluas kehadiran mereka di pasar resale yang terus tumbuh pesat.

“Penambahan Depop akan mempercepat strategi C2C eBay dengan memperdalam jangkauan kepada konsumen muda yang mengikuti tren fesyen serta memperluas kehadiran kami di salah satu segmen resale paling dinamis,” tulis perusahaan. 

Secara keuangan, eBay juga masih mencatat performa solid. Dalam laporan keuangan kuartal IV dan sepanjang tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$3 miliar atau setara Rp51 triliun, naik 15 persen secara tahunan.

CEO eBay Jamie Iannone menyebut tahun 2025 sebagai “tahun penting” bagi perusahaan. Ia menilai investasi berkelanjutan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membantu meningkatkan pengalaman pelanggan secara global dan memperkuat posisi bisnis perusahaan ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemanfaatan dan investasi berkelanjutan kami pada AI telah membantu meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh dunia, sekaligus menempatkan perusahaan pada posisi terkuat yang pernah ada,” ujarnya.

Meski demikian, gelombang efisiensi dan restrukturisasi tetap menjadi realitas yang harus dihadapi, bahkan oleh perusahaan dengan kinerja keuangan yang masih kuat.