Geger Isu Mie Sedaap PHK 400 Pekerja di Gresik, Karyawan Mulai Dirumahkan Jelang Ramadhan

Mie Sedaap Goreng
Mie Sedaap Goreng

Dari berbagai informasi yang beredar di media sosial, sekitar 400 karyawan pekerja telah dirumahkan tanpa penjelasan resmi dari pihak perusahaan, meski kontrak kerja belum berakhir. Buruh yang terdampak PHK massal ini berasal dari lima perusahaan outsourcing, yaitu PT Asnawa Anugerah Utama, PT Atiga Langgeng Mandiri, PT Karya Manunggal Jati, PT Sabda Alam, dan PT Perwita Nusaraya.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pekerja Mie Sedap dikabarkan sudah dirumahkan tiga hari menjelang Ramadhan. Tidak hanya itu, mereka juga mengalami pengurangan hari kerja menjadi 2-3 hari dalam seminggu dengan jam kerja yang berubah-ubah.

Kondisi ini sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Puncaknya, para pekerja mendapat pemberitahuan dari kepala regu bahwa mereka sudah tidak lagi dipekerjakan yang disampaikan melalui grup WhatsApp pada Senin, 16 Februari 2026.

Ilustrasi buruh pabrik.

Para pekerja mengaku tidak menerima pesangon maupun THR. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari PT KAS.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, angkat bicara soal PHK Mie Sedap yang viral di media sosial. Pihaknya telah menerima aspirasi dari sejumlah pekerja Mie Sedaap dan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan perusahaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dasco menambahkan, kebijakan PHK tidak seharusnya terjadi khususnya menjelang bulan Ramadhan maupun Lebaran. Setelah berkomunikasi dengan produsen mi milik Wings Group itu, Dasco menyampaikan Mie Sedaap tidak akan melakukan PHK atau merumahkan karyawannya lagi. 

"Mie Sedaap akan segera men-stop PHK yang terjadi dan pihak Mie Sedaap juga berjanji tidak akan ada PHK-PHK di Mie Sedaap lagi," ungkap Dasco dikutip dari berita VIVA.