Industri Perbankan Mulai PHK Massal Ribuan Pekerja, Adaptasi AI Jadi Biang Kerok
Belakangan ini, pergerakan besar di sektor perbankan global menjadi perhatian, termasuk bagi profesional di Indonesia yang mengikuti tren investasi dan teknologi finansial. Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar dunia, mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Melansir dari Prism Media, Senin, 12 Januari 2026, Goldman Sachs memulai PHK pada 11 Januari 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang menargetkan divisi investment banking dan global markets.
Tujuannya adalah memangkas US$1,3 miliar atau ekitar Rp21,7 triliun, biaya operasional dalam tiga tahun ke depan. Memo internal perusahaan menjelaskan bahwa pihak manajemen ingin membatasi pertumbuhan jumlah karyawan hingga akhir tahun, sambil mengalihkan dana ke perekrutan prioritas dan meningkatkan gaji bagi talenta yang dipertahankan.
Beberapa posisi yang dianggap rentan terhadap otomatisasi menjadi target utama. Perkiraan dampak jumlah staf berbeda-beda.
Goldman Sachs
Beberapa dokumen internal menyebutkan gelombang PHK awal mirip dengan pengurangan sekitar 400 staf, dengan skenario tambahan sekitar 1.000 peran, dan total bisa lebih dari 3.000 karyawan dalam beberapa tahun ke depan. Goldman Sachs sendiri memiliki sekitar 46.500 karyawan pada akhir 2024.
Selain pengurangan staf, bank ini mulai menggunakan asisten berbasis AI untuk banker dan eksekutif, yang diharapkan bisa mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara bertahap. Analisis menunjukkan kemungkinan kontraksi jumlah karyawan sekitar 4 persen dalam satu tahun dan hingga 11 persen selama beberapa tahun untuk klien korporat sejenis, yang menjelaskan urgensi restrukturisasi ini.
Perusahaan juga memindahkan beberapa fungsi ke pusat biaya rendah, termasuk Bengaluru di India dan kota-kota AS seperti Dallas dan Salt Lake City, sebagai bagian dari optimisasi jangka panjang. Selain itu, beberapa pegawai yang kinerjanya dianggap kurang optimal menerima bonus lebih kecil atau evaluasi negatif, menandai proses seleksi talenta yang sistematis.
Menurut juru bicara Goldman Sachs, langkah ini adalah bagian dari proses manajemen talenta tahunan yang normal, dan perusahaan tetap siap berinvestasi pada area pertumbuhan penting seperti teknologi, tim advisory, dan bisnis yang berhadapan langsung dengan klien.
Dampak pasar bersifat campuran. Pengurangan biaya dapat meningkatkan margin dan mendukung pengembalian bagi pemegang saham jika pendapatan stabil. Namun, pemangkasan cepat di front-office bisa mengurangi kapasitas saat siklus investment banking mulai membaik. Untuk tenaga kerja dan pasar regional, langkah ini menambah tekanan offshoring dan redistribusi geografis pekerjaan.