Apple Mulai Lakukan PHK, Industri Teknologi Makin Terpuruk?
Di tengah dinamika industri teknologi global yang semakin menantang, para pemain besar kini dipaksa menyesuaikan strategi bisnis mereka. Penurunan belanja perusahaan, ketidakpastian ekonomi, hingga perlambatan pertumbuhan menyebabkan banyak perusahaan teknologi meninjau ulang struktur internal.
Langkah efisiensi kembali menjadi tren, berbeda dengan periode sebelum pandemi ketika ekspansi dan perekrutan agresif berlangsung di berbagai sektor.
Apple, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan relatif stabil dan mampu menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, kini mulai kena dampaknya. Ya, lantaran kondisi pasar yang berubah cepat, raksasa teknologi tersebut akhirnya mengambil langkah yang sebelumnya jarang mereka lakukan.
Meski jumlahnya tidak besar, keputusan Apple memangkas sejumlah posisi menunjukkan tekanan yang semakin nyata dalam operasi penjualan perusahaan.
Melansir dari laporan India Today, Rabu, 26 November 2025, Apple menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengurangan peran di dalam tim penjualan sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan cara perusahaan berinteraksi dengan para pelanggannya.
Apple menjelaskan bahwa langkah ini hanya memengaruhi sebagian kecil karyawan, dan perusahaan masih terus membuka lowongan di bidang lain. Perusahaan juga menegaskan bahwa karyawan yang terdampak diberikan kesempatan untuk melamar posisi baru dalam organisasi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Apple tidak sepenuhnya menutup pintu bagi talenta yang sudah memahami ekosistem internal perusahaan.
Ilustrasi PHK
Selain itu, dilaporkan pula bahwa karyawan yang terdampak mencakup manajer akun yang selama ini menangani klien bisnis besar, institusi pendidikan, dan lembaga pemerintahan. Staf di pusat briefing Apple, tempat demonstrasi produk bagi klien korporat, juga termasuk yang terkena dampaknya.
Salah satu pukulan terbesar terjadi pada tim penjualan Apple untuk sektor pemerintahan. Mereka yakni yang bekerja erat dengan lembaga-lembaga seperti Departemen Pertahanan AS dan Departemen Kehakiman.
Tim ini sebenarnya sudah menghadapi situasi yang sulit setelah terjadinya penutupan pemerintah selama 43 hari, ditambah pemangkasan anggaran oleh Department of Government Efficiency (DOGE).
Apple tidak merinci jumlah pasti karyawan yang terpengaruh atau lokasi dari pemangkasan tersebut. Namun keputusan ini muncul saat banyak perusahaan besar Amerika Serikat kembali merampingkan tenaga kerja mereka.
Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan seperti Verizon, Synopsys, dan IBM juga mengumumkan gelombang PHK baru untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang melambat serta belanja perusahaan yang lebih hati-hati.
Walaupun Apple belum melakukan PHK besar seperti sejumlah perusahaan teknologi lain, langkah terbaru ini menunjukkan adanya tekanan signifikan dalam industri. Di tengah ekonomi global yang tidak pasti, perusahaan teknologi besar semakin fokus merapikan struktur internal, meningkatkan efisiensi, dan mengendalikan biaya operasional untuk tetap kompetitif.