Daftar Perusahaan Lakukan PHK di Februari 2026, Raksasa Teknologi hingga Logistik Pangkas Ribuan Karyawan
Awal 2026 dibuka dengan sinyal kurang menggembirakan bagi pasar tenaga kerja global. Sejumlah perusahaan besar lintas sektor kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK), memperpanjang tren efisiensi yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya pemangkasan tenaga kerja identik dengan industri teknologi, kini gelombang tersebut menjalar ke ritel, logistik, hingga manufaktur.
Perubahan strategi bisnis, percepatan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta tekanan ekonomi makro menjadi kombinasi faktor yang mendorong perusahaan merampingkan organisasi. Di sisi lain, kondisi ini memperketat persaingan kerja dan mengubah dinamika daya tawar karyawan di banyak negara.
Berdasarkan data terbaru WARNTracker, Nordstrom Card Services dijadwalkan memangkas antara 11 hingga 15 karyawan pada akhir Februari. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun mencerminkan pola yang lebih luas, yaitu penyesuaian tenaga kerja secara bertahap di berbagai lini bisnis.
Selain itu, ada beberapa perusahaan besar yang telah mengumumkan PHK pada awal 2026, di antaranya:
- UPS
- Amazon
- Meta
- Nike
UPS menjadi salah satu contoh paling mencolok. Perusahaan logistik tersebut berencana memangkas 30.000 pekerjaan operasional. Langkah ini dilakukan untuk membatasi volume pengiriman Amazon dan mengalihkan fokus ke segmen yang dinilai lebih menguntungkan, seperti pelanggan sektor kesehatan.
“Ini adalah langkah taktis,” kata Chief Financial Officer Brian Dykes, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Senin, 2 Februari 2026. “Kami melakukan hal serupa tahun lalu untuk membantu menyesuaikan tingkat posisi dan infrastruktur jaringan dengan volume dan tingkat pengiriman yang baru,” ungkapnya.
Selain pengurangan tenaga kerja, 24 gedung UPS juga dijadwalkan tutup pada paruh pertama tahun ini, menandakan restrukturisasi jaringan operasional secara menyeluruh.
Di sektor teknologi, Amazon pada 28 Januari menyatakan akan menghapus 16.000 pekerjaan. Keputusan ini datang setelah perusahaan tersebut mengurangi 14.000 pekerjaan kerah putih pada Oktober 2025.
Meta juga akan memberhentikan lebih dari 1.000 karyawan dari divisi Reality Labs, unit yang berfokus pada pengembangan teknologi realitas virtual dan augmented reality. Pinterest pun akan memangkas tenaga kerja sedikit di bawah 15 persen untuk meningkatkan fokus pada AI.
Sementara itu, Nike mengumumkan pemangkasan 775 pekerjaan di pusat distribusi di Tennessee dan Mississippi, menunjukkan bahwa sektor non-teknologi pun tidak kebal terhadap tekanan efisiensi.
Konsultan SDM Bryan Driscoll menilai, alasan PHK tidak semata karena kondisi ekonomi mendesak. “Pemangkasan terbesar datang dari perusahaan besar yang menguntungkan yang menggunakan restrukturisasi dan efisiensi AI sebagai kedok untuk meningkatkan keuntungan dan menyenangkan investor,” kata Driscoll.
Kevin Thompson, CEO 9i Capital Group, melihat kondisi ini sebagai hasil dari beberapa faktor sekaligus. “Alasannya berlapis, pemotongan biaya, penyesuaian ukuran setelah perekrutan berlebihan di era pandemi, dan peningkatan produktivitas yang membuat lebih sedikit orang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang sama," ungkapnya.
"Bagi pekerja, ini kemungkinan berarti pasar tenaga kerja di mana pasokan melebihi permintaan. Itu berarti daya tawar upah lebih rendah, persaingan peran lebih ketat, dan pencarian kerja lebih lama. Meski pasar kerja tetap longgar, banyak perusahaan terus berargumen bahwa kandidat berkualitas masih sulit ditemukan.”
Driscoll juga menyoroti persoalan yang lebih struktural. “Ekonomi memang sedang gagal, ya, dan itu menyebabkan pembusukan di pasar kerja. Tapi yang mendorong ini bukan semacam penurunan abstrak. Ini adalah sistem yang memprioritaskan keuntungan di atas manusia, memeras tenaga kerja untuk setiap dolar, dan semua ini sebenarnya bisa dicegah, tetapi kekuatan korporasi memilih sebaliknya.”
Ke depan, ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan peran dinilai akan semakin terasa, membentuk lanskap pasar kerja 2026 yang lebih kompetitif dan penuh ketidakpastian.