Pakar IPB Ungkap Manfaat Tersembunyi di Balik Kulit Manggis, Bisa Cegah Penyakit Apa?
Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Sedarnawati Yasni mengungkap manfaat tersembunyi di balik kulit manggis.
Ia menjelaskan bahwa buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki nilai farmakologis tinggi, terutama pada kulitnya yang kaya kandungan bioaktif.
Senyawa-senyawa ini berperan sebagai antioksidan alami dan berpotensi mengandung sifat anti-diabetes.
“Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol," ujar Sedarnawati dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).
"Sedangkan kulitnya kaya xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami,” jelasnya.
Manfaat Tersembunyi di Balik Kulit Manggis
Sedarnawati menerangkan, beberapa senyawa yang sudah disebutkan membuat manggis potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku produk pangan fungsional maupun farmasi.
Banyak penelitian sudah menunjukkan senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, stroke, jantung koroner, kanker, hingga Alzheimer.
Sedarnawati juga mengungkapkan bahwa ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam pemecahan pati menjadi glukosa.
Dengan demikian, ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar gula darah dan bersifat anti-diabetes.
Meski hasilnya menjanjikan, Prof. Sedarnawati menekankan bahwa penelitian ini masih perlu dilanjutkan ke tahap in vivo.
“Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, dan uji klinis untuk memastikan efektivitas serta keamanannya,” ujarnya.
Pengembangan Kulit Manggis Masih Terbatas
Sedarnawati mengatakan, kulit dan buah manggis memang memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan.
Namun, pengembangan produk berbasis kulit manggis masih menghadapi sejumlah tantangan.
Di antaranya, ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, efisiensi teknologi, pembiayaan, dan regulasi.
“Dengan dukungan riset terapan dan kemitraan akademik–industri, potensi kulit manggis dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan ekonomi sekaligus kesehatan masyarakat,” pungkas Sedarnawati.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang