Benarkah Beli BBM di Siang Hari Jumlahnya Lebih Sedikit? Ini Penjelasan Pakar IPB

Benarkah Beli BBM di Siang Hari Jumlahnya Lebih Sedikit? Ini Penjelasan Pakar IPB

Sebagian orang meyakini bahwa mengisi bahan bakar kendaraan minyak (BBM) pada siang hari membuat jumlah yang lebih sedikit.

Anggapan tersebut kerap menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna kendaraan.

Soal hal tersebut, pakar Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut memang memiliki dasar ilmiah.

Namun, dampaknya sangat kecil dan hampir tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari.

"Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari," ujar Leopold dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (7/1/2026).

Sifat BBM Saat Pengisian di SPBU

Menurut Leopold, secara ilmiah bahan bakar seperti bensin dan solar akan mengalami pemuaian ketika suhu meningkat. 

Ketika temperatur naik, volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan total energi yang terkandung di dalamnya tetap sama. 

"Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah," jelas Leopold.

Besarnya perubahan volume ini dapat dihitung menggunakan koefisien muai volumetrik. 

Untuk bensin, nilainya berada di kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar berkisar 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.

Karena sistem penjualan BBM di SPBU menggunakan satuan volume (liter), bukan massa, maka secara teori suhu memang berpengaruh terhadap jumlah volume yang diterima konsumen. 

Di sisi hulu distribusi, volume BBM sudah dikoreksi pada suhu standar 15 derajat Celsius. Namun di tingkat konsumen, koreksi tersebut belum diterapkan secara wajib.

Meski demikian, pengaruh suhu lingkungan terhadap BBM di tangki relatif terbatas karena tangki penyimpanan telah dilengkapi sistem insulasi. 

Akibatnya, perbedaan suhu BBM antara siang dan malam hari juga tidak terlalu jauh.

Sebagai gambaran, apabila seseorang mengisi 40 liter bensin dan suhu BBM pada siang hari lebih tinggi sekitar 2–3 derajat Celsius dibanding malam hari, maka dengan koefisien muai sekitar 0,001, selisih volumenya diperkirakan kurang dari 0,1 liter. Untuk solar, perbedaannya bahkan lebih kecil.

Dalam praktik berkendara, selisih tersebut hanya berdampak pada beberapa kilometer jarak tempuh, dan masih jauh lebih kecil dibanding pengaruh faktor lain seperti gaya mengemudi, kepadatan lalu lintas, tekanan ban, hingga kondisi mesin kendaraan.

Leopold menilai masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus hanya demi mendapatkan BBM lebih banyak.

Menurutnya, aspek keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan perjalanan jauh lebih penting daripada memilih antara siang atau malam hari untuk mengisi bahan bakar.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan tambahan hanya untuk mengejar waktu pengisian justru berpotensi menghabiskan lebih banyak BBM daripada selisih yang ingin dihemat.

Sebagai penutup, Leopold menekankan bahwa sistem penjualan BBM berbasis liter merupakan kesepakatan praktis.

Walaupun kandungan energi per liter dapat sedikit berubah akibat suhu, perbedaannya sangat kecil dan merupakan fenomena fisika yang alami.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang