Psikolog Ungkap Manfaat Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak
Ramadhan sering menjadi momen yang tepat bagi keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Selain melalui kegiatan ibadah, banyak orang tua memanfaatkan waktu kebersamaan untuk mengajarkan empati, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama dengan cara yang menyenangkan.
Salah satu pendekatan yang kembali mendapat perhatian adalah kegiatan mendongeng. Metode ini dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan moral kepada anak tanpa terasa menggurui. Cerita yang disampaikan dengan cara interaktif juga membuat anak lebih mudah memahami dan mengingat nilai yang disampaikan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Di tengah suasana Ramadan tahun ini, kegiatan mendongeng kembali hadir melalui program Safari Dongeng Ramadan (SADORA). Program yang telah berlangsung sejak 2003 tersebut menghadirkan sesi dongeng interaktif yang dirancang untuk menemani anak-anak menjelang waktu berbuka puasa.
Mengangkat tema “Kebaikan dan Kepedulian terhadap Sesama Makhluk Hidup”, cerita yang dibawakan mengajak anak-anak memahami pentingnya empati, tanggung jawab, serta rasa syukur. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga kepedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar.
Dalam praktiknya, cerita disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan interaktif sehingga anak dapat terlibat secara emosional dengan alur cerita. Metode ini dianggap mampu membantu anak memahami konsep moral dengan lebih mudah.
“Saya mengapresiasi upaya McDonald’s Indonesia menghadirkan SADORA yang semakin komprehensif dan mendukung terciptanya quality time yang berkesan bagi keluarga. Mendongeng adalah metode efektif untuk membangun keterlibatan emosional anak sekaligus mendorong imajinasi mereka. Nilai empati, rasa syukur, kepedulian, dan tanggung jawab juga dapat ditanamkan sejak dini tanpa terkesan menggurui. Seminar parenting dapat menjadi ruang refleksi bagi orang tua untuk menemukan cara praktis menanamkan nilai kebaikan sesuai tahap perkembangan anak,” ujar Nisfie Hoesein, Psikolog Tumbuh Kembang Anak, dalam keterangannya, dikutip Selasa 17 Maret 2026.
Tahun ini, kegiatan tersebut diperluas jangkauannya hingga 51 kabupaten/kota di 19 provinsi. Program berlangsung sepanjang 26 Februari hingga 15 Maret 2026 dan melibatkan lebih banyak anak dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain sesi dongeng, sejumlah kegiatan pendamping juga dihadirkan untuk melibatkan orang tua. Salah satunya melalui seminar parenting yang membahas cara membangun karakter positif anak di era modern.
“Momentum 35 tahun ini menjadi refleksi perjalanan kami bertumbuh bersama masyarakat Indonesia. Ramadhan selalu menjadi ruang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih hangat dan bermakna, baik melalui inovasi menu maupun program yang menumbuhkan rasa kepedulian. Melalui rangkaian inisiatif Ramadhan tahun ini, kami ingin memperkuat peran McDonald’s Indonesia dalam menciptakan ruang kebersamaan yang hangat, inklusif, dan berdampak. Oleh karena itu, tahun ini program kami tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi kami optimalkan hingga setelah Idul Fitri agar dapat memberikan apresiasi dan kontribusi lebih bagi pelanggan, komunitas, mitra lokal, hingga karyawan,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.