Desa Tersembunyi Jadi Primadona, Rahayu River Tubing Suguhkan Petualangan Sungai di Balik Perbukitan

River Tubing, wisata, Desa Tersembunyi Jadi Primadona, Rahayu River Tubing Suguhkan Petualangan Sungai di Balik Perbukitan

Di balik perbukitan yang mengitari kawasan Waduk Wadaslintang, tersembunyi sebuah destinasi wisata yang kini mulai mencuri perhatian.

Namanya Rahayu River Tubing, sebuah wisata arung sungai yang berada di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.

Dulu, desa ini nyaris tak terdengar gaungnya. Akses jalan yang terbatas serta minimnya promosi membuat Desa Rahayu seolah berada di “peta kosong” pariwisata.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wajah desa berubah drastis. Sungai yang dulunya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, kini disulap menjadi wahana wisata yang menghadirkan pengalaman petualangan sekaligus keindahan alam yang autentik.

Rahayu River Tubing menawarkan sensasi menyusuri aliran sungai dengan ban pelampung, ditemani arus yang cukup menantang namun tetap aman untuk pemula.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan dimanjakan dengan panorama alam khas perbukitan, pepohonan rindang, serta suara gemericik air yang menenangkan.

Yang membuat tempat ini berbeda bukan hanya soal pemandangan. Pengelola benar-benar memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Setiap pengunjung dibekali perlengkapan standar seperti helm dan pelampung, serta didampingi pemandu lokal yang sudah terlatih.

Hal ini menjadikan Rahayu River Tubing cocok dinikmati berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga keluarga.

Selain itu, suasana alami yang masih terjaga menjadi daya tarik utama.

Tidak ada hiruk pikuk berlebihan seperti di destinasi wisata massal. Sebaliknya, pengunjung justru disuguhi ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika banyak wisatawan datang bukan hanya untuk berpetualang, tetapi juga untuk “healing” dari rutinitas harian.

Perkembangan wisata ini juga membawa dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Puluhan warga kini terlibat langsung sebagai pemandu, pengelola, hingga pelaku usaha kecil seperti penjual makanan dan penyedia jasa parkir.

Bahkan, pelajar setempat turut dilibatkan untuk mengisi waktu luang sekaligus belajar kewirausahaan.

Kepala Desa Rahayu, Paiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan desa yang kini mampu mandiri. Menurutnya, keberadaan river tubing telah menyerap sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja lokal, termasuk para pelajar SMK yang turut membantu operasional saat waktu luang.

"Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan," ujar Paiman Jumat (1/5/2026).

Meski demikian, Paiman juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem menuju Rahayu yang masih membutuhkan pengaspalan untuk mempermudah akses wisatawan.

Pendapatan yang dihasilkan pun tidak main-main. Dari sektor wisata ini saja, desa mampu meraup ratusan juta rupiah setiap tahunnya. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring dengan penambahan fasilitas dan semakin dikenalnya Rahayu River Tubing di kalangan wisatawan

"Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas," katanya.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah akses jalan menuju lokasi yang masih perlu ditingkatkan. Beberapa ruas jalan belum sepenuhnya mulus, sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah agar potensi wisata ini bisa berkembang lebih optimal.

Di sisi lain, pengelola juga terus berbenah. Kebersihan fasilitas, terutama toilet, menjadi perhatian utama. Hal ini penting karena kenyamanan pengunjung tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh fasilitas pendukung yang memadai.

Selain itu, rencana pengembangan seperti pembangunan area kuliner di tepi sungai mulai dipertimbangkan untuk menambah daya tarik.

Rahayu River Tubing menjadi bukti bahwa potensi wisata desa bisa berkembang pesat jika dikelola dengan serius dan melibatkan masyarakat. Dari yang semula tersembunyi, kini perlahan menjelma menjadi destinasi unggulan di Kebumen.

Bagi kamu yang mencari pengalaman wisata berbeda, yang memadukan petualangan, ketenangan, dan keaslian alam, maka Rahayu River Tubing bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Sebab di tempat ini, setiap aliran sungai bukan sekadar perjalanan, melainkan cerita tentang bagaimana sebuah desa bangkit dan menemukan jati dirinya.

Bupati Lilis Nuryani memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola wisata. Mengingat Kabupaten Kebumen baru saja menyabet predikat sebagai daerah dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah pada libur Lebaran lalu, Bupati berpesan agar prestasi ini tidak membuat para pelaku wisata cepat puas.

"Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung. Saya juga menyarankan pembangunan restoran di pinggir sungai sebagai potensi pendapatan tambahan," pesan Bupati Lilis.

Bupati menegaskan bahwa sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi yang memberikan efek domino bagi UMKM, transportasi, hingga penginapan.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus mendukung melalui perbaikan infrastruktur, penataan kawasan, dan promosi digital yang lebih masif.

"Mari kita rawat setiap potensi yang ada. Jika pengunjung puas, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang