BGN Ungkap Penerima Manfaat MBG Sudah Capai 41 Juta Orang

Kepala BGN, Dadan Hindayana
Kepala BGN, Dadan Hindayana

 Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 12 November 2025. Dalam rapat tersebut, BGN memaparkan sejumlah data terbaru terkait penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata penerima manfaat MBG per 11 November 2025 mencapai 41.630.942.

"Jadi ini sudah bervariasi, jadi itu mencakup total 420.451 kelompok yang sudah kita capai dan seluruh penerima manfaat, alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025," kata Dadan dalam rapat.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, BGN mencatat sebanyak 14.778 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah didirikan hingga saat ini. Adapun sebarannya yaitu sudah menjangkau sekolah-sekolah di 38 provinsi se-Indonesia.

"Program makan bergizi sampai hari ini sudah bisa membentuk, di dalam edaran yang disampaikan itu berjumlah 14.778 (SPPG), di dalam aplikasi kami yang terbaru pagi ini sudah mencapai 14.853 (SPPG), yang sudah menjangkau lebih dari 42 juta di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan kemudian di 7.022 kecamatan," kata dia.

Dadan menyebut penerima MBG mulai dari bayi di bawah 5 tahun sudah mencapai 1,8 juta orang, pendidikan anak usia dini 1,1 juta orang, raudatul adhfal 626 ribu orang, taman kanak-kanak 1,9 juta orang.

Kemudian, siswa sekolah dasar kelas 1-3 berjumlah 7,7 juta orang, sekolah dasar kelas 4-6 sebanyak 7,75 juta orang.

“Kemudian ada kelompok ibu hamil itu sudah mencakup 267 ribu, kemudian ibu menyusui 599 ribu, dan juga sudah ada sekolah luar biasa yang kami layani ada 77 ribu,” kata Dadan.

UMKM binaan BRI jadi pemasok program MBG

UMKM binaan BRI jadi pemasok program MBG

Lalu, pondok pesantren hampir 316 ribu siswa, seminari sebanyak 979 penerima, dan di pusat kegiatan belajar masyarakat ada 97 ribu penerima.