Manfaat Tersembunyi dari Bakti Sosial: Lebih dari Sekadar Berbagi

Ilustrasi Membantu sesama.
Ilustrasi Membantu sesama.

Kegiatan bakti sosial selama ini identik dengan aksi berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari pembagian sembako, layanan kesehatan gratis, hingga kegiatan bersih lingkungan, semua dilakukan dengan tujuan membantu sesama.

Namun, di balik itu, tersimpan sejumlah manfaat tersembunyi yang tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga oleh para relawan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi memberikan zakat.

Salah satu manfaat utama yang sering kali tidak disadari adalah meningkatnya rasa empati. Ketika seseorang terlibat langsung dalam kegiatan bakti sosial, mereka berkesempatan melihat dan merasakan kondisi kehidupan orang lain dari sudut pandang yang berbeda.

Interaksi ini secara perlahan membangun kepekaan sosial dan kemampuan memahami perasaan serta kesulitan orang lain.

Bakti sosial bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi para pelakunya dan lingkungan sekitar. Berikut beberapa VIVA rangkum Minggu, 12 April 2026, manfaat utama bakti sosial:

1. Meningkatkan Rasa Empati

Dengan terjun langsung membantu masyarakat, seseorang bisa lebih memahami kondisi dan kesulitan orang lain. Hal ini membuat rasa kepedulian dan empati semakin berkembang.

2. Mempererat Hubungan Sosial

Bakti sosial biasanya dilakukan secara bersama-sama, baik dengan teman, komunitas, maupun organisasi. Kegiatan ini memperkuat kerja sama dan memperluas jaringan pertemanan.

3. Memberikan Kepuasan Batin

Membantu orang lain dapat menimbulkan perasaan bahagia dan puas. Banyak orang merasa hidupnya lebih bermakna setelah melakukan kegiatan sosial.

4. Meningkatkan Kesehatan Mental

Melakukan kebaikan dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Aktivitas sosial juga membantu mengurangi rasa kesepian.

5. Menumbuhkan Rasa Syukur

Melihat kondisi orang lain yang kurang beruntung dapat membuat kita lebih menghargai apa yang dimiliki saat ini.

Secara keseluruhan, bakti sosial memberikan manfaat yang seimbang, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Dalam hal ini, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Halalbihalal dan Bakti Sosial.

Kegiatan ini jadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaralumni sekaligus memperkuat peran sosial IKA UII dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia.

Mereka menyelenggarakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mereka menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai keislaman.

Fathul Wahid, Rektor UII yang baru saja berakhir jabatannya pada 6 Maret 2026 mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat jejaring antaralumni lintas generasi.

"Halalbihalal ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi," kata Fathul Wahid.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Halalbihalal dan Bakti Sosial 2026, Irvan Amirullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni dalam menjawab tantangan sosial.

IKA UII kembali menyelenggarakan kegiatan bakti sosial

IKA UII kembali menyelenggarakan kegiatan bakti sosial

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Partisipasi Bapak/Ibu bukan sekadar dukungan logistik, melainkan wujud nyata kolaborasi kemanusiaan dan investasi amal jariyah," tambahnya.

Bakti sosial ini pun menjadi gambaran bagaimana hubungan kekeluargaan antaralumni dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat, membentuk kolaborasi yang tidak hanya mempererat hubungan internal, tetapi juga memberi dampak di lingkungan sekitar.