Fakta Tersembunyi di Balik AC Inverter
Salah satu perangkat yang menjadi sorotan adalah air conditioner (AC). Dengan durasi pemakaian rata-rata hingga delapan jam per hari, AC menjadi salah satu perangkat rumah tangga dengan konsumsi listrik terbesar.
Produsen pun sebenarnya telah memiliki solusinya dengan menghadirkan AC inverter. Dalam berbagai pengujian, teknologi AC inverter yang mengubah cara kerja kompresor ini terbukti lebih hemat energi hingga 50 persen dibandingkan dengan AC standar.
Namun, di tengah meningkatnya adopsi AC inverter, masih kerap muncul pertanyaan masyarakat: benarkah AC inverter lebih mudah rusak dibandingkan AC non-inverter?
Padahal, bila ditelusuri lebih jauh, anggapan tersebut tidak berkaitan dengan teknologi inverter. Berikut beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk memastikan AC Inverter lebih tahan lama.
1. Tahap instalasi jadi kunci
Berbeda dengan perangkat elektronik rumah tangga lainnya yang bakal siap digunakan begitu tersambung dengan sumber listrik, AC membutuhkan perhatian sejak dari tahap instalasi. Ini terkait karena terdiri dari dua unit yaitu unit indoor dan outdoor.
Dengan sistem elektronik lebih rumit, pemasangan mesti dilakukan sesuai standar. Terutama pada sistem grounding dan instalasi listrik. Tak hanya soal perkabelan, pengaturan pipa yang mengalirkan suhu dingin dari kompresor ke unit indoor mesti menjadi perhatian.
Di antaranya, batas jarak antara indoor dan outdoor AC yang mesti sesuai rekomendasi pabrikan. Penempatan terlalu dekat, akan menyebabkan sirkulasi refrigerant terganggu.
Sementara posisi yang terlalu berjauhan, dapat menurunkan efisiensi pendinginan dan pemborosan listrik. Untuk memastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur, pastikan teknisi yang melakukan instalasi memiliki pengetahuan dan keahlian yang baik.
Anda dapat melakukannya dengan menghubungi layanan pengguna dari produsen. Sebab, kurangnya perhatian pada hal inilah yang kerap menimbulkan anggapan bahwa proses pendinginan AC inverter lebih lama dan tidak hemat listrik.
2. Lakukan perawatan rutin
Setelah AC terpasang, faktor perawatan pun mesti menjadi perhatian untuk menjaga efisiensi dan performa AC. Dengan kerja membuat sirkulasi udara dalam ruang, performa AC rentan dari berbagai partikel debu dan kelembapan. Menumpuk pada unit AC, memicu kondensasi yang pada akhirnya beresiko merusak komponen.
Idealnya, pembersihan AC mesti dilakukan minimal sekali dalam rentang waktu tiga bulan. Perawatan mandiri dapat dilakukan untuk pembersihan beberapa bagian, seperti pre filter yang menjadi penghadang debu dan partikel berukuran lebih besar lainnya.
Namun, seperti pula pada tahapan instalasi, untuk perawatan lebih menyeluruh, Anda akan membutuhkan teknisi yang tersertifikasi. Ini untuk memastikan AC Anda berada di tangan yang benar.
Penggunaan jasa teknisi resmi dan tersertifikasi memberikan kepastian pada layanan penggunaan. Bila terjadi gangguan setelah pemasangan, konsumen memiliki jalur pengaduan yang jelas dan terdokumentasi.
Dengan menaruh perhatian pada setiap tahapan instalasi dan perawatan serta memastikan semuanya berada di bawah penanganan teknisi resmi dan tersertifikasi, Anda tak perlu lagi khawatir menggunakan AC inverter.
Hal ini sekaligus membuat anggapan bahwa AC inverter lebih mudah rusak hanyalah sebuah mitos. Justru sebaliknya, teknologi ini memberikan manfaat nyata berupa kenyamanan yang lebih baik serta penghematan pada tagihan listrik bulanan.
Ilustrasi pendingin ruangan (air conditioner/AC).
Bagi Anda yang sudah siap beralih ke AC inverter, AC Daikin Alpha Inverter dan Beta Inverter bisa menjadi pertimbangan. Untuk kemampuan hemat listrik, keduanya telah memiliki Tanda Hemat Energi dengan tingkatan bintang 4 dan 5 sesuai ketetapan Sertifikat Hemat Energi dari pemerintah Indonesia yang mesti ditempelkan pada bodi AC.
Bahkan, mengenai kemampuan penghematan ini, keduanya memiliki fitur Low Watt Mode. Dengan mengaktifkannya melalui remote control, kedua AC Daikin single split ini dapat beroperasi hanya dengan 50 persen kebutuhan daya listrik tanpa kehilangan kenyamanan.
Soal ketahanan performa pun menjadi tawaran yang susah dilewatkan. Karena, kedua AC Daikin terbaru ini sudah menerapkan pelapisan khusus untuk melindungi evaporator dan kondensor.
Perlakuan ini membuat kedua komponen utama AC ini punya ketahanan lebih tinggi terhadap debu, kelembapan, endapan garam, hingga cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan korosi.
Kedua AC ini pun punya ketahanan lebih tinggi saat berhadapan dengan lonjakan atau penurunan kejut arus listrik karena adanya teknologi Super PCB yang membuatnya mampu memproteksi AC agar dapat beroperasi tanpa gangguan.
Bahkan, AC Alpha Inverter memiliki fitur berlapis Gin-Ion filter dengan teknologi Streamer untuk melakukan penyaringan hingga mengeliminasi berbagai partikel merugikan kesehatan yang melayang bersama sirkulasi udara dalam ruang tempatnya terpasang.