4 Cara Sederhana Tapi Efektif Cegah Penyakit Jantung, Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
Penyakit jantung masih menjadi momok kesehatan utama di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi penyakit jantung mencapai 1,5 persen dari total penduduk atau sekitar 2,78 juta orang.
Sementara itu, laporan Global Burden of Disease 2019 menyebut penyakit jantung iskemik menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 245 ribu kasus setiap tahunnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan RS Siloam Dhirga Surya Medan, dr. Tri Adi Mylano, SpJP (K), menegaskan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
“Pola makan sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, serta rutin memeriksa kesehatan merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penyakit jantung,” jelasnya dalam seminar kesehatan memperingati Hari Jantung Sedunia, yang digelar Holywings Peduli di Medan, mengutip keterangannya, Kamis 11 September 2025.
Acara seminar kesehatan tersebut dihadiri puluhan warga Kelurahan Kesawan dan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi langsung dengan tenaga medis. Sebagian peserta juga mendapatkan obat-obatan dan vitamin sesuai hasil pemeriksaan.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jantung.
"Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Holywings Peduli berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Penyakit jantung sering kali berkembang diam-diam tanpa gejala serius hingga mencapai tahap berbahaya. Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, seperti:
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam.
- Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari.
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Menjalani pemeriksaan kesehatan berkala.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan jantung bukan hanya untuk menghindari penyakit, melainkan juga untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan.