Dirut Terra Drone Ditangkap Pagi Buta di Apartemen Jaksel, Dijerat Pasal Berlapis
Polisi sudah resmi menetapkan Direktur Utama Terra Drone berinisial MW sebagai tersangka dalam kasus kebakaran maut yang menewaskan 22 orang di Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.
MW dijerat dengan pasal berlapis dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, mengatakan MW dijerat dengan tiga pasal sekaligus terkait dugaan kelalaian hingga menyebabkan korban jiwa.
“(Tersangka dijerat) Pasal 187, 188, 359 KUHP,” ujar Roby kepada wartawan, Kamis, 11 Desember 2025.
Roby menjelaskan bahwa untuk sementara baru MW yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk pemeriksaan tambahan terkait penyebab kebakaran dan potensi tersangka lain.
“Nanti ditahannya menjelang 1x24 jam,” katanya.
Adapun MW ditangkap pada Kamis pagi di sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat ditangkap, MW berada seorang diri. Namun detail proses penangkapan akan dijelaskan resmi dalam konferensi pers.
Sebelumnya diberitakan, perkembangan terbaru terkait kebakaran Gedung Terra Drone, yang menewaskan 22 orang, berujung ke penangkapan Direktur Utama PT Terra Drone berinisial MW.
"Benar (telah ditangkap)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, Kamis, 11 Desember 2025.
Untuk diketahui, Rumah Sakit (RS) Polri resmi menutup proses identifikasi korban tewas kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, setelah tim DVI memastikan seluruh 22 jenazah berhasil dikenali. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
"Karena semua jenazah telah teridentifikasi, ya hari ini kita nyatakan ditutup," kata Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri, Komisaris Besar Polisi Ahmad Fauzi, Rabu, 10 Desember 2025.
Jumlah korban yang diterima RS Polri berasal dari lokasi kebakaran sebanyak 22 orang. Hingga Rabu, 10 Desember 2025, tidak ada tambahan jenazah dari Tempat Kejadian Perkara. Namun Fauzi menegaskan, tim DVI siap kembali bekerja jika ditemukan korban baru.