Baru Setahun Bekerja, Asifa Jadi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

kebakaran Gedung Terra, Terra Drone, Kemayoran, Kemayoran Jakarta, kebakaran gedung terra, gedung Terra Drone, kebakaran Gedung Terra Drone, kebakaran gedung Terra Kemayoran, gedung terra drone terbakar, kebakaran Terra Drone, Terra Drone Indonesia, kebakaran terra drone kemayoran, terra drone kemayoran, terra drone kebakaran, Baru Setahun Bekerja, Asifa Jadi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

Kabar duka yang mengguncang keluarga Asifa (25) tiba melalui sambungan telepon pada Selasa (9/12/2025) sore. Tangisan ayah Asifa membuat Suhendi, paman korban, lemas seketika setelah mengetahui keponakannya menjadi korban kebakaran Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Suhendi mengisahkan momen ketika telepon dari ayah Asifa masuk. Nada suara yang terdengar bukan sapaan, tetapi tangis penuh kesedihan.

“Pertama yang terdengar itu hanya tangisan dari ayah Asifa dan bilang sedang dapat musibah,” ujar Suhendi saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Selasa malam.

Awalnya, ia mengira salah satu anggota keluarga mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah menelpon balik, kenyataan pahit itu terungkap.

“Begitu saya telepon balik, kecelakaan kebakaran. Saya enggak tahu ada kebakaran di situ,” katanya.

Sempat tidak percaya, Suhendi memastikan kabar tersebut dengan mencari informasi secara daring.

“Saya carilah di YouTube, di sini, bener. Sudah saya sebar ke keluarga. Ternyata ya, saya langsung ke sini (RS Polri),” ungkapnya.

Tanpa pikir panjang, ia langsung berkendara dari Kebayoran Baru menuju RS Polri Kramat Jati.

Asifa, Karyawan Baru yang Jadi Andalan Keluarga

Asifa, kelahiran tahun 2000, adalah salah satu korban tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone.

Perempuan berusia 25 tahun itu belum menikah dan baru satu tahun bekerja di perusahaan tersebut setelah lulus kuliah pada 2024.

“Awalnya itu kan anak saya, jadi ponakan itu anak. Dia dulu kuliah bantu di perusahaan saya, bantu admin. Sampai dia lulus, saya bilang kalau mau kerja tempat lain, silakan. Lalu dia melamar di sana,” tutur Suhendi.

Menurutnya, keponakannya dikenal menguasai administrasi dan sering menangani urusan pajak perusahaan keluarga. Keahlian itulah yang membuat Asifa diterima bekerja di Terra Drone.

“Itu orangnya baik, baik sekali. Cuma agak sedikit tomboy,” imbuhnya.

Suhendi juga menyebut RS Polri meminta data pembanding untuk pemeriksaan identitas jenazah.

“Saya sama kakaknya datang. Sama maminya ada,” ujarnya.

Proses Identifikasi 22 Korban Kebakaran

RS Polri Kramat Jati telah menerima total 22 jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone pada pukul 17.28 WIB, Selasa (9/12/2025). Kepala RS Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, menyampaikan bahwa 11 tim medis telah disiapkan.

“Tim kita sudah siap. Tim antemortem, tim postmortem, tim DNA. Kita sudah kerja sama dengan UI dan koordinasi dengan Inafis,” katanya.

Polres Metro Jakarta Pusat terus menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda gedung tujuh lantai tersebut. Hingga Rabu (10/12/2025), penyidik telah memeriksa delapan saksi.

“Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa, masih manajemen sama lingkungan sekitar,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Polisi juga berencana memanggil pemilik gedung dan pimpinan perusahaan. Identitas pimpinan perusahaan telah diketahui, tetapi keberadaannya masih ditelusuri sebelum pemeriksaan.

Roby menyebut perusahaan yang mengoperasikan gedung adalah perusahaan Jepang. Namun, pimpinan yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang.

“Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang),” ujarnya.

Profil Terra Drone dan Ekspansi Bisnisnya di Indonesia

Terra Drone merupakan perusahaan penyedia layanan drone industri dengan kantor pusat di Jepang. Berdiri pada 2016, perusahaan ini telah berkembang pesat dan beroperasi di 25 negara, termasuk Indonesia.

Layanannya digunakan di berbagai sektor, seperti minyak dan gas, energi terbarukan, utilitas, pertambangan, konstruksi, dan GIS.

Selain bisnis drone, grup Terra juga memiliki Terra Charge, penyedia layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbesar di Jepang.

Terra Charge berencana membangun 1.000 titik SPKLU di Indonesia hingga akhir 2025. Saat ini, sekitar 100 titik telah dibangun di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali bekerja sama dengan PT PLN (Persero).

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Kami ingin menjadi penyedia jaringan SPKLU nomor 1 di Indonesia,” kata Toru Tokushige, CEO sekaligus Founder Terra Charge, pada peresmian SPKLU Terra Charge di Jakarta Selatan, 20 Agustus 2024 dikutip dari Tribunnews.com.

Tokushige menambahkan bahwa karakter masyarakat Indonesia yang suka mencoba hal baru menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami menjadi nomor 1 dalam market share EV charging di Jepang dengan 8.000 titik SPKLU,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tangis Ayah Asifa Pecah di Telepon, Paman Tak Percaya Keponakan Jadi Korban Kebakaran Terra Drone

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang