Tragedi Terra Drone, Kesaksian Karyawan Selamat Ungkap Detik Mencekam Saat Kebakaran

Terra Drone, Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Kemayoran Jakarta, kebakaran gedung terra, gedung Terra Drone, kebakaran Gedung Terra Drone, kebakaran gedung Terra Kemayoran, gedung terra drone terbakar, terra drone kemayoran, Tragedi Terra Drone, Kesaksian Karyawan Selamat Ungkap Detik Mencekam Saat Kebakaran, Cerita Kurir Antar Paket Sebelum Kebakaran, Ibu Hamil Bernama Novia Jadi Korban, Kesaksian dari Karyawan yang Selamat, Tiga Jenazah Teridentifikasi, Polisi Periksa Enam Saksi, Telusuri Dugaan Kelalaian, Hanya Satu Akses Keluar-Masuk Gedung

Tragedi kebakaran di kantor PT Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), menyisakan kisah pilu di balik peristiwa yang menewaskan 22 orang.

Kebakaran yang diduga dipicu ledakan baterai drone itu terjadi begitu cepat dan menutup akses keluar gedung, membuat para pekerja terjebak di dalam.

Cerita Kurir Antar Paket Sebelum Kebakaran

Sebuah cerita menyayat hati datang dari seorang kurir sameday bernama Albert Irawan.

Ia mengaku menjadi salah satu orang terakhir yang masuk ke dalam kantor PT Terra Drone Indonesia sebelum kebakaran terjadi.

Albert mengatakan dirinya mengantarkan paket pada pukul 11.30 WIB, dan paket diterima oleh seorang wanita hamil di dalam kantor tersebut.

“Tadi siang banget gue drop paket sameday di sana sekitar jam setengah 12 yang terima ibu-ibu hamil. Terus kondisi ibu hamil itu yang terima paket gimana kondisinya,” tulis Albert melalui unggahan Instagramnya.

Seorang warganet kemudian membalas, “Meninggal katanya mas.”

Mendapati informasi tersebut, Albert hanya membalas dengan emoji menangis, menunjukkan kesedihannya.

Ibu Hamil Bernama Novia Jadi Korban

Wanita hamil yang bekerja di PT Terra Drone Indonesia diketahui bernama Novia Nurwana (28).

Menurut keterangan kerabatnya, Prasetyo (33), Novia sedang hamil tua dan diperkirakan melahirkan anak pertamanya pada Januari 2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa Novia terjebak di lantai lima saat kebakaran terjadi dan tidak bisa turun karena api telah menyebar dan menutup akses.

“Dia (Novia) ada di lantai lima. Dia mau turun ke lantai satu, tapi kabarnya enggak bisa karena api sudah menyebar,” ujar Prasetyo di RS Polri Kramat Jati, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, jenazah Novia ditemukan dalam kondisi masih utuh, sehingga diduga meninggal akibat kekurangan oksigen dan terjebak asap pekat.

“Dari kondisinya sih Alhamdulillah aman ya, maksudnya masih utuh. Mungkin meninggal akibat kurang oksigen,” ujarnya.

Prasetyo menyebut suami Novia telah menyerahkan data pembanding ke Tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi. Jenazah rencananya akan dimakamkan di Lampung, kampung halaman keluarga.

Kesaksian dari Karyawan yang Selamat

Di balik duka itu, seorang karyawan berinisial SA (20) pegawai di lantai tiga berhasil selamat.

Ibunya, Dea Anjani (52), menceritakan detik-detik menegangkan saat putrinya menghubunginya.

“Anak saya bilang, ‘kantor aku meledak, bos aku mati’. Saya ya lemes dong,” ujar Dea di lokasi kejadian.

SA berhasil turun cepat dari lantai tiga dan keluar gedung. Namun seluruh rekan kerjanya tidak bisa diselamatkan.

“Anak saya nangis pas ketemu saya. Dia bilang, ‘aku selamat ibu, aku selamat’,” tuturnya.

Ia juga menceritakan percakapan terakhir putrinya dengan rekannya yang terjebak di atas.

“Temannya nelepon pas dia sudah di bawah, temannya masih di atas. Kata temennya, ‘gue udah enggak kuat, tolongin gue’,” ucap Dea.

Tiga Jenazah Teridentifikasi

Hingga Selasa (10/12/2025), RS Polri Kramat Jati telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kebakaran.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pencocokan antemortem dan postmortem.

“Tiga jenazah yang telah berhasil diidentifikasi adalah Rufaida Lathifunisa (22), Novia Nurwana (28), dan Yoga Valdier Yaser (28),” kata Prima.

Dengan demikian, dari total 22 kantong jenazah, masih ada 19 jenazah yang belum teridentifikasi dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Proses identifikasi melibatkan tim gabungan dari Pusdokkes Polri, Lab DNA Polri, Dokkes Polda Metro Jaya, serta tim forensik UI dan RSCM.

Polisi Periksa Enam Saksi, Telusuri Dugaan Kelalaian

Pihak kepolisian masih mengusut penyebab kebakaran maut tersebut, termasuk mencari kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya menelusuri apakah kebakaran berkaitan dengan kesalahan prosedur atau faktor lain.

“Dari penyebab tersebut kita akan kaji lagi, apakah dihubungkan dengan kelalaian atau ada pihak-pihak lain yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKBP Roby Saputra menyebut polisi telah memeriksa enam saksi, terdiri dari empat karyawan dan dua staf HRD.

“Itu juga nanti kita upayakan komunikasi untuk memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan. Apakah ada unsur pidananya, tentu saja kita lakukan penyelidikan,” kata Roby.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan hingga kini belum ditemukan indikasi pidana.

“Untuk sampai saat ini kita belum menemukan unsur pidananya,” ujarnya.

Hanya Satu Akses Keluar-Masuk Gedung

Hasil penyisiran ulang kepolisian bersama tim forensik menemukan bahwa gedung hanya memiliki satu pintu akses keluar dan masuk.

“Tadi kita sudah melakukan pemeriksaan ulang dari lantai bawah sampai paling atas. Kita temukan bahwa masuk dan keluarnya hanya melalui pintu bawah di depan itu saja,” tutur Roby.

Polisi juga memeriksa satu unit lift di gedung dan memastikan tidak ada korban terjebak di dalamnya.

Penyidik masih menunggu hasil lengkap forensik serta pemeriksaan saksi tambahan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam kebakaran yang menewaskan 22 korban tersebut.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJakarta.com dengan judul Jeritan “Bos Aku Mati!” Pecah di Kebakaran Terra Drone, Ibu Hamil Meregang Nyawa Jadi Korban

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang