Mencekam, Voice Note Terakhir Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Tunjukkan Kepasrahan

Gedung Terra Drone Kebakaran
Gedung Terra Drone Kebakaran

 Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran Jakarta Pusat. Salah satu korban bernama Ervina sempat mengirimkan sebuah voice note di grup WhatsApp saat insiden kebakaran itu terjadi.

Dalam voice note itu terdengar kepanikan dari sejumlah karyawan yang ada di gedung tersebut. Suara teriakan minta tolong menggema, Ervina juga terdengar seperti ketakutan saat mengabarkan kondisnya saat itu.

Dalam voice note itu, Ervina mengungkap sudah pasrah dan tak tau harus bagaimana.  

”Gue nggak tau lagi ya, sumpah nggak tau mau ngapa-ngapain lagi. Gue udah bener-bener nggak bisa ngapa-ngapain lagi,” kata dia dikutip dari video yang diunggah di akun TikTok @leylemager_ Rabu 10 Desember 2025.

Dalam voice note itu, Ervina juga terdengar sempat meminta maaf. Dia juga kembali mengungkap tak bisa berbuat banyak saat kebakaran itu terjadi di gedung kantornya.

”Guys maaf banget nih gue nggak tau lagi nih,” demikian suara tersebut.

Sementara itu, salah satu kerabat korban mengungkap bahwa voice note itu dikirimkan Ervina saat berada di dalam gedung tersebut. Dijelaskannya juga, korban sudah tidak bisa berbuat banyak saat kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone, Selasa siang kemarin.

”Pas kebakaran dia kirimin voice note sama video kebakaran kirim ke keluarga. (Posisinya) ada di dalam. Pas voice note dia udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi, udah nggak bisa ngapa-ngapain,” kata dia.

Diungkap juga bahwa dari voice note yang dikirimkan di grup WhatsApp keluarga, Ervina sudah pasrah dengan keadaannya.

”Dia Cuma bilang ’saya udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi’ (pasrah) iya,” kata dia.

Mendapati voice note tersebut, pihak keluarga mengaku langsung panik dan mencari informasi terkait kondisi korban.

”Kelurga panik,” kata kerabat korban.

Video TikTok: https://www.tiktok.com/@leylemager_/video/758...

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, tercatat ada 22 korban yang meninggal dunia akibat kebakaran gedung Terra Drone pada Selasa kemarin. Dari 22 korban yang meninggal dunia, hingga Rabu hari ini polisi telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 10 jenazah.

Dari hasil identifikasi, Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy mengungkap penyebab kematian mengarah pada kondisi dimana korban menghirup karbondioksida Co2 dan gas berbahaya saat kebakaran terjadi.  Di sisi lain, diungkap Nyoman sebagian besar jenazah mengalami luka bakar yang cukup berat sehingga menyulitkan proses identifikasi.