Ditetapkan Sebagai Tersangka, Siapa Sosok Bos Terra Drone Indonesia?
Kebakaran Gedung Terra Drone pada Selasa 9 Desember 2025 kemarin menyeret nama Direktur Utama (Dirut) Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana. Michael Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kebakaran yang menewaskan 22 orang.
Michael Wisnu yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Desember kemarin juga telah diamankan oleh pihak kepolisian.
”Benar (telah ditangkap),” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, Kamis, 11 Desember 2025.
Menyusul dengan penetapan status tersangka kepada Dirut Terra Drone Indonesia, lantas seperti apa sosok Michael Wisnu Wardhana Siagian?
Melansir dari berbagai sumber Michael Wisnu Wardhana diketahui pernah menempuh pendidikan di Institute Teknologi Bandung jurusan Teknik Dirgantara angkatan tahun 2001. Michael Wisnu Wardhana juga diketahui menjadi salah satu pendesain dari Zeke01, sebuah proyek Micro Drone Broda untuk Ruang Terbatas. Proyek tersebut merupakan kolaborasi dengan sejumlah pakar dan sudah terdaftarkan di dgip.go.id per tahun 2024 lalu.
Profil perusahaan
Terra Drone merupakan salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia yang menawarkan solusi mutakhir untuk survei udara, inspeksi infrastruktur, analisis data, dll. Terra Drone berkantor pusat di Jepang dan hadir di semua bagian dunia melalui jaringan mitra perusahaan grup dan kolaborator teknologi-nya.
Didirikan pada tahun 2016, strategi utama Terra Drone adalah menggabungkan teknologi mutakhir dan pengetahuan lokal, dengan mengakuisisi penyedia jasa drone lokal terbaik di banyak negara. Pada 2020, Drone Industry Insight menominasikan Terra Drone sebagai penyedia jasa drone nomor satu di dunia.
Sementara itu, Terra Drone Indonesia (sebelumnya PT Aero Geosurvey Indonesia) merupakan perusahaan penyedia jasa pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone untuk kegiatan survei udara pada aplikasi industri yang meliputi pemetaan, pemodelan, inspeksi, dan pemantauan dari udara. Selain itu, Terra Drone Indonesia (TDID) juga memberikan pelatihan & konsultasi bagi perusahaan yang sudah menggunakan drone untuk operasional sehari-hari.
Dalam situs resmi mereka, diketahui dalam lima tahun terakhir Terra Drone diketahui telah berhasil menyelesaikan kegiatan survei udara di lebih dari 600.000 hektar konsesi dan 2.500 kilometer koridor di berbagai sektor industri termasuk minyak dan gas, konstruksi, pertambangan, utilitas, dan perkebunan.
Pada tahun 2021, Terra Drone Indonesia bermitra dengan International Finance Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group, untuk melakukan studi bersama mengenai pemanfaatan teknologi drone dalam pemantauan petani kelapa sawit swadaya. Studi ini dilakukan di Riau, Sumatera.