Kebakaran Kantor Terra Drone, Saksi Ungkap Asap Pekat Berbau Kimia, Bermula dari Baterai Drone Meledak

Kebakaran hebat melanda kantor Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.40 WIB itu menewaskan 22 orang, sebagian besar karyawan yang tengah bekerja di dalam gedung enam lantai tersebut. Satu di antaranya adalah ibu hamil.
Insiden ini mendapatkan sorotan besar setelah saksi-saksi menyebut adanya asap kimia pekat akibat baterai drone yang terbakar di lantai dasar, yang kemudian menjalar cepat ke lantai atas dan membuat puluhan karyawan terjebak.
Asap Kimia Pekat Penuhi Gedung, Puluhan Karyawan Terjebak
Seorang saksi mata, Wandi, juru parkir yang berada di sekitar lokasi, menuturkan bahwa kebakaran bermula dari baterai drone yang tengah di-charge.
“Mulanya katanya dari baterai drone, dia ngecas baterai meledak,” ujar Wandi.
Ledakan tersebut memicu kobaran api besar dari lantai dasar. Dalam hitungan menit, api membesar dan mengeluarkan asap hitam pekat bercampur bau kimia kuat.
“Nyala, gede apinya. Asapnya tebal langsung,” tutur Wandi menambahkan.
Warga lain ikut menguatkan kesaksian tersebut. Menurut mereka, asap yang membubung berbau kimia, diduga dari bahan kimia baterai drone yang terbakar.
“Asapnya kimia, soalnya banyak baterai drone,” kata seorang warga.
Asap kimia inilah yang diduga menjadi penyebab paling mematikan dalam insiden ini, karena banyak korban ditemukan tidak mengalami luka bakar, melainkan lemas akibat menghirup asap beracun di lantai atas gedung.
Panik, Korban Berbondong-bondong Naik ke Rooftop
Karena api berasal dari lantai dasar, seluruh jalur keluar di bawah tertutup asap tebal dan api. Para karyawan yang sedang bekerja panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai paling atas.
“Jalan keluarnya tertutup semua. Mereka enggak bisa lari,” ujar seorang warga.
Dari rekaman warga yang beredar, puluhan karyawan terlihat berdesakan di rooftop sambil melambaikan tangan, memohon pertolongan.
“Sudah pada ngumpul di atas, mereka pada melambaikan tangan minta tolong,” kata Wandi menggambarkan detik-detik mencekam itu.
Sejumlah korban mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan diri. Ada yang menggunakan tali, ada yang memanfaatkan tangga dari gedung ruko sebelah. Bahkan ada yang nekat melompat dari ketinggian.
“Ada yang pakai tali, ada yang pakai tangga, ada juga yang lompat,” ujar warga lainnya.
Dalam salah satu video warga, terdengar jeritan meminta pertolongan dari rooftop.
“Tolong!” teriak para korban ketika api di bawah semakin membesar.
Video amatir yang diterima menunjukkan api sudah membesar di lantai dasar pada pukul 12.39 WIB.
“Izin komandan segera, luncurkan unit, masih banyak orang terjebak di atas!” teriak perekam video.
Pada pukul 13.10 WIB, petugas pemadam kebakaran mulai mencapai puncak gedung. Dengan menggunakan tangga monyet, mereka mengevakuasi para korban dari sisi bangunan.
“Satu orang korban turun,” ucap perekam video saat seorang wanita berhasil dievakuasi perlahan.
Selama sekitar 30 menit, puluhan karyawan berada dalam kondisi terjebak dengan asap kimia pekat yang memenuhi ruangan, sementara api terus berkobar di bagian bawah gedung.
Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 29 unit mobil pemadam dan 101 personel untuk menjinakkan api dan melakukan penyelamatan.
22 Orang Tewas, Mayoritas Meninggal Akibat Menghirup Asap
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa total korban meninggal dalam insiden ini mencapai 22 orang, lebih banyak dari laporan awal yang menyebut 21 orang.
“Jadi terkait dengan peristiwa kebakaran di Terra Drone ini... terakhir angka korban adalah 22,” jelas Susatyo, Selasa (9/12/2025).
Dari 22 korban tersebut, 7 laki-laki dan 15 perempuan. Menurut Susatyo, sebagian besar korban tidak mengalami luka bakar serius.
“Secara umum, tadi korban-korban yang kami lihat adalah korban yang sepertinya tidak dalam kondisi luka bakar, kemungkinan lemas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa asap pekat yang memenuhi lantai 3 hingga 5 menjadi penyebab utama korban tidak sempat menyelamatkan diri.
“Asapnya cukup pekat pada lantai 3, 4, dan 5,” tutur Susatyo.
Polisi Gelar Olah TKP, Dugaan Awal Baterai Drone Meledak
Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Hingga saat ini, dugaan paling kuat adalah adanya ledakan baterai drone yang tengah diisi ulang, yang kemudian memicu kobaran api dan menghasilkan asap kimia pekat.
Wandi sebagai saksi mata kembali menegaskan hal tersebut.
“Mulanya katanya dari baterai drone... ngecas baterai meledak,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Saksi Ungkap Detik-Detik Kebakaran Kantor Drone Jakpus: Korban Lari ke Atas, 20-an Orang Tewas
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang