Manajemen Terra Drone Bilang Belum Ada Tuntutan Hukum dari Keluarga Korban Kebakaran: Ini Musibah Bersama
Manajemen Terra Drone mengaku belum menerima tuntutan hukum dari keluarga korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hebat pada Selasa 9 Desember 2025.
"Sejauh ini belum ada (tuntutan hukum)," ucap Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, Kamis 11 Desember 2025.
Umaidi menilai bahwa peristiwa kebakaran ini murni karena musibah. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Ini musibah kita bersama-sama, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang merugikan kedua belah pihak," jelasnya.
Gedung Terra Drone Kebakaran
Di sisi lain, Umaidi mengaku, pihaknya turut bertanggung jawab atas peristiwa ini. Ia juga memastikan keluarga korban meninggal dunia diberikan santunan.
"Semuanya akan kami proses dan terakhir pastinya ada santunan duka untuk keluarga," ungkapnya.
Umaidi menuturkan, santunan tidak hanya diberikan bagi para karyawan tetapi juga kepada orang-orang magang yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
"Untuk uang duka cita pasti akan kami keluarkan. Setelah ini kami, saya terutama mewakili manajemen akan mengunjungi satu persatu rumah keluarga sebagai bentuk ya duka cita," tuturnya.
Diketahui, Peristiwa kebakaran gedung Terra Drone yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa 9 Desember masih menyimpan duka mendalam bagi keluarga korban.
Berdasarkan data, peristiwa kebakaran hebat ini merenggut 22 nyawa orang. Pada Rabu 10 Desember, RS Polri Kramat Jati telah melakukan idetifikasi terhadap seluruh korban meninggal dunia.
Selanjutnya, para korban diserahkan langsung kepada pihak keluarga di rumah duka instalasi kedokteran forensik RS Polri.
tvOnenews/Aldi Herlanda