Mahasiswi Magang Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Keluarga Menanti Penjelasan

keluarga, Jakarta, tewas, Mahasiswi magang, kebakaran Terra Drone, Mahasiswi Magang Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Keluarga Menanti Penjelasan, Keluarga Belum Dapat Penjelasan dari Perusahaan, Komunikasi Terakhir dengan Korban, Kronologi Kebakaran Terra Drone, 22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil

 Seorang mahasiswa bernama Atinia Isnaini Rashidah (18) turut menjadi korban tewas dalam kebakaran kantor PT Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Kakak korban, Rofi, mengungkapkan bahwa Atinia sedang menjalani program magang dari kampusnya.

"Masih magang, sekitar dua bulan lalu," ujar Rofi saat ditemui di Forensik RS Polri Kramat Jati, Rabu (10/12/2025).

Keluarga Belum Dapat Penjelasan dari Perusahaan

Rofi mengatakan hingga kini keluarga belum menerima informasi apa pun dari pihak perusahaan mengenai peristiwa yang menimpa adiknya.

"Masih belum tahu ya, di sananya juga kan lagi chaos juga. Belum ada informasi lebih lanjut. Kita belum sempat hubungan juga lagi, lagi ngurusin ini semua dulu (pemulangan)," jelasnya.

Komunikasi Terakhir dengan Korban

Menurut Rofi, orangtua Atinia sempat berkomunikasi dengan putrinya sekitar pukul 12.00 WIB, sebelum kebakaran terjadi.

"Kemarin sempat ada kabar dari jam 12 siang. Terus pas jam 19.00, orangtua saya bingung (enggak ada kabar) googling tiba-tiba tempatnya ternyata terbakar. Jadi kita langsung ke Terra Drone, cek lokasi. Terus habis itu ternyata dialihin ke sini," tuturnya.

Kronologi Kebakaran Terra Drone

Kebakaran terjadi di gedung Kantor Terra Drone pada Selasa siang. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta mencatat api mulai diketahui sekitar pukul 12.43 WIB. 

Tim damkar tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.

Sekitar pukul 14.10 WIB, petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya dan melakukan pendinginan.

22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil

Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi total korban meninggal sebanyak 22 orang.

"Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.  Di antara korban, terdapat seorang ibu hamil tujuh bulan.

Menurut Susatyo, sebagian besar korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat asap pekat yang memenuhi lantai-lantai atas gedung.

"Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas," ujarnya. 

Seluruh korban kini berada di RS Polri Kramatjati untuk keperluan identifikasi.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Selain Kantor, Gedung Terra Drone yang Terbakar Juga Tempat Servis. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang