Polisi Beri Jawaban Menohok Tanggapi Isu Liar Soal Kaitan Kebakaran Terra Drone dengan Bencana Sumatra
Berbagai spekulasi yang berseliweran di media sosial terkait kebakaran maut di gedung Terra Drone akhirnya dijawab tuntas oleh Polres Metro Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakpus, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa penyidikan fokus pada penyebab kebakaran dan bukan pada isu liar yang mengaitkannya dengan pemetaan sawit hingga dugaan sabotase dokumen perusahaan.
“Jadi terkait dengan isu-isu viral ya, saya juga menerima berbagai isu viral, dikaitkan dengan bencana alam, dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan mapping (pemetaan),” ujar Susatyo dikutip Sabtu, 13 Desember 2025.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro
Susatyo membenarkan bahwa Terra Drone memang memiliki layanan pemetaan menggunakan drone untuk sektor agrikultur, termasuk perkebunan sawit. Namun ia menegaskan bahwa layanan tersebut tidak berkaitan dengan dugaan penghilangan dokumen terkait bencana di Sumatra.
“Karena memang drone ini kan memang untuk mapping. Tentunya alat ini digunakan memang adalah untuk agrikultur, untuk mapping area perkebunan, bahkan juga untuk kegiatan-kegiatan pertanian gitu ya,” ujarnya.
“Kami fokus pada penyebab kebakaran yang menyebabkan kematian di dunia dalam jumlah yang cukup fantastis, yang banyak. Sehingga terkait dengan isu-isu bencana alam. Tapi, kami pastikan bahwa kami menyidik adalah berdasarkan adanya jiwa korban dan berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan,” tuturnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakpus, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, juga menepis tudingan bahwa kebakaran berkaitan dengan upaya sabotase atau penghilangan data penting.
“Sampai dengan saat ini tidak ada korelasinya,” tutur Roby.
Ia menambahkan bahwa logika isu tersebut tidak masuk akal, karena data pemetaan digital modern tidak bisa hilang hanya karena dokumen fisik terbakar.
“Logikanya data zaman sekarang tidak hilang daripada hardcopynya aja gitu kan mapping di daerah Indo ini juga tidak semua sama mereka,” katanya.
Adapun sejumlah unggahan viral menduga kebakaran berkaitan dengan pemetaan sawit yang dilakukan Terra Drone di Sumatra. Akun X @jhonsitorus_19 menulis bahwa karyawan Terra Drone disebut baru saja memetakan lahan sawit sebelum kebakaran terjadi.
“Kalau sampai ada unsur rekayasa, alangkah biadabnya sampai mengorbankan 22 nyawa termasuk nyawa ibu hamil,” tulis akun tersebut.
Akun lain, @cellebrimbor_, menyebut kebakaran terjadi bersamaan dengan maraknya pembahasan banjir bandang di Sumatra dan isu kerusakan lingkungan.
Sebelumnya diberitakan, perkembangan terbaru terkait kebakaran Gedung Terra Drone, yang menewaskan 22 orang, berujung ke penangkapan Direktur Utama PT Terra Drone berinisial MW.
"Benar (telah ditangkap)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, Kamis, 11 Desember 2025.
Penangkapan dilakukan setelah polisi lebih dulu menetapkan yang bersangkutan jadi tersangka. Adapun penetapan tersangkanya dilakukan kemarin, Rabu, 10 Desember 2025. Meski begitu, dirinya belum merinci lebih jauh soal hal ini.
Untuk diketahui, polisi akhirnya mengurai jelas penyebab kebakaran maut di Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat. Hasil penyidikan menemukan bahwa tragedi yang menewaskan 22 orang itu dipicu kelalaian fatal dalam penanganan baterai drone di ruang penyimpanan perusahaan tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, percikan api pertama muncul saat tumpukan baterai berkapasitas besar jatuh dan memicu panas ekstrem.
“Bahwa baterai, ukuran 30.000 mAh itu, dalam tumpukan ada sekitar empat tumpukan jatuh. Kemudian menurut keterangan Saksi, dari sejak jatuh itu timbul percikan api,” kata Susatyo, Jumat, 12 Desember 2025.