Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue

Gedung Terra Drone, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Terra Drone, gubernur jakarta, Gubernur Jakarta 2025, gedung Terra Drone, kebakaran Terra Drone, Terra Drone Indonesia, terra drone perusahaan apa, gubernur jakarta sekarang, Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue

Sejumlah pihak menyoroti fasilitas Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat yang terbakar pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pasalnya, kebakaran menyebabkan 22 orang yang berada di dalam gedung meninggal dunia setelah terperangkap.

Dari 22 korban meninggal, RS Polri Kramat Jati Jakarta telah mengidentifikasi sepuluh jenazah pada Selasa (9/12/2025) dan Rabu (10/12/2025).

Salah satu korban meninggal adalah Novia Nurwana (28) yang sedang mengandung anak pertama.

Gedung Terra Drone Disekat-sekat Saat Kebakaran

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, Gedung Terra Drone yang terbakar dalam kondisi disekat-sekat.

Bangunan tersebut juga  memiliki sedikit akses keluar sehingga para korban diduga kuat terperangkap ketika asap pekat memenuhi ruangan.

Nyoman menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar korban meninggal akibat menghirup gas karbon dioksida (CO₂) saat terjebak di dalam gedung yang terbakar.

Temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim forensik.

Ia menegaskan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih bekerja untuk mengidentifikasi korban dan memeriksa secara detail penyebab kebakaran.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka bakar dominan pada tubuh korban yang menjadi penyebab utama kematian.

“Kemungkinan karena menghirup gas karbon dioksida, CO₂. Pemeriksaan luar menunjukkan indikasi itu,” ujar Nyoman dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).

Gedung Terra Drone, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Terra Drone, gubernur jakarta, Gubernur Jakarta 2025, gedung Terra Drone, kebakaran Terra Drone, Terra Drone Indonesia, terra drone perusahaan apa, gubernur jakarta sekarang, Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kiri) meninjau lokasi gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Kebakaran gedung perusahaan penyedia pesawat nirawak untuk industri tersebut mengakibatkan 22 korban meninggal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Gedung Terra Drone Diduga Tidak Punya Fasilitas Rescue

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menduga Gedung Terra Drone tidak memiliki fasilitas rescue ketika api melalap bangunan.

Menurutnya, faktor tersebut yang membuat banyak karyawan terperangkap lalu meninggal dunia akibat kebakaran.

Pramono juga menyebutkan, Gedung Terra Drone tidak dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat walaupun dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan hidran.

Padahal, lanjut Pramono, tingkat risiko Gedung Terra Drone terbilang tinggi karena di dalam kantor terdapat aktivitas penjualan dan penyimpanan baterai litium drone.

“Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran,” ujar Pramono di Senayan, Jakarta dikutip dari , Rabu (10/12/2025).

“Memang ada pemadam, hydrant-nya ada, tetapi yang tidak ada adalah bagaimana kemudian mereka kan menjual atau pun menyiapkan baterai litium untuk drone-nya. Yang jadi problem kan kemarin itu,” tambahnya.

Pramono menambahkan, persiapan keselamatan yang tidak memadai menyebabkan api secara cepat menghanguskan gedung dan  membuat banyak korban terjebak saat api muncul di lantai dasar.

Api kemudian naik ke lantai atas sehingga korban tidak mempunyai jalur evakuasi yang memadai.

“Ketika kebakar, akhirnya orang, karyawannya, naik ke atas semua, kemudian asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak,” tandas Pramono.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang