Terra Drone Indonesia Terbakar, Perusahaan Induk di Jepang Tunjukkan Keprihatinan

Terra Drone, Jepang, Terra Drone Indonesia, Jakarta, jepang, Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone, Terra Drone Indonesia Terbakar, Perusahaan Induk di Jepang Tunjukkan Keprihatinan, Pernyataan Resmi Terra Drone Group, Profil Singkat Terra Drone Group, Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone, 22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil

 Kebakaran hebat melanda Kantor Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (9/12/2025) siang. 

Perusahaan ini merupakan bagian dari Terra Drone Group yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com (10/12/2025) dikutip dari NHK, pihak Terra Drone Group menyampaikan permintaan maaf dan ungkapan duka atas insiden tersebut.

Pernyataan Resmi Terra Drone Group

Terra Drone Group menyampaikan permintaan maaf kepada warga sekitar, pelanggan, dan para pihak terdampak.

"Perusahaan menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada masyarakat setempat, pelanggan, dan semua pihak terkait atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh insiden tersebut," lapor NHK.

Profil Singkat Terra Drone Group

Dilansir dari situs resminya, Terra Drone Group merupakan salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia. 

Berdiri sejak 2016, perusahaan ini menawarkan solusi survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. 

Selain di Jepang, Terra Drone memiliki kantor di Brasil, Indonesia, Australia, Malaysia, Eropa, dan Angola.

Terra Drone Indonesia sendiri berfokus pada layanan drone untuk sektor konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, energi, serta utilitas.

Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta mengungkap kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 12.43 WIB. 

Tim damkar tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB.

Pada sekitar pukul 14.10 WIB, api berhasil dipadamkan dan petugas melakukan proses pendinginan.

22 Korban Meninggal, Termasuk Ibu Hamil

Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 22 orang. 

"Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Di antara korban terdapat seorang wanita hamil tujuh bulan.

Menurut Susatyo, sebagian besar korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat asap yang memenuhi lantai atas gedung.

"Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas," ujarnya. 

Seluruh korban kini berada di RS Polri Kramatjati untuk proses identifikasi.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Perusahaan Induk Terra Drone di Jepang Minta Maaf atas Kebakaran Kantor Jakarta. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang