Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta: Kronologi, Penyebab, dan Jumlah Korban
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pemerintah provinsi akan menanggung semua biaya bagi korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kebakaran terjadi di lantai satu Rumah Toko (Ruko) yang digunakan sebagai Gedung Terra Drone pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, petugas baru bisa mengendalikan kobaran api sekitar pukul 13.41 WIB.
“Kebakaran di lantai dasar dan tidak merambat ke lantai 2, 3, dan seterusnya,” ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).
Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui terkait kebakaran Terra Drone.
Bagaimana Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone?
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo mengatakan, kebakaran Terra Drone terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.
Pada awalnya, terdapat baterai drone yang memicu kobaran api di lantai satu. Api yang berkobar sempat dipadamkan oleh salah satu karyawan.
Setelah itu, baterai yang terbakar menyebar karena di lantai satu terdapat salah satu gudang.
Saat api menyebar, sebagian karyawan Terra Drone sedang berada di luar gedung untuk beristirahat sekaligus makan siang.
Namun, gedung tidak sepenuhnya kosong karena ada beberapa orang yang beristirahat di lantai atas kantor.
“Tetapi pada sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar,” ujar Susatyo dikutip dari Kompas TV, Rabu (10/12/2025).
"Kemudian karyawan yang pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada keluar, sebagian lagi itu semuanya naik atau sedang istirahat di lantai 2, 3, sampai lantai 6,” tambahnya.
Apa Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone?
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah Gedung Terra Drone dilalap si jago merah.
Susatyo mengatakan, olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran Kemayoran secara saintifik dan menelusuri sumber api pertama.
Meski laporan menunjukkan bahwa penyebab kebakaran diduga karena baterai drone yang terbakar, hal ini masih harus dibuktikan oleh Tim Labfor.
“Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini Tim Labfor masih bekerja,” ujar Susatyo dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).
Berapa Jumlah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone?
Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur telah menerima dua kantong jenazah yang berisi korban kebakaran Gedung Terra Drone.
Dari jumlah tersebut, dua jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga pada Selasa (9/12/2025) malam.
Jenazah yang diserahterimakan atas nama Rufaidha dan Novia. Sementara korban atas nama Yoga Valdier masih menunggu kedatangan pihak keluarga.
Penyerahan jenazah dilakukan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi tiga korban dalam sidang rekonsiliasi pada Selasa (9/12/2025) malam.
“Berikut kami serahkan surat kematian kepada keluarga korban, jangan sampai hilang” ujar Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono, dikutip dari Antara, Rabu (10/12/2025).
Apa Penyebab Korban Meninggal?
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan, korban meninggal kebakaran Gedung Terra Drone diduga karena banyak menghirup gas karbon dioksida (CO2).
Dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan luar tim forensik.
Menurut Nyoman, korban menghirup banyak CO2 karena terjebak di dalam bangunan yang terbakar.
Korban terperangkap karena kondisi di dalam gedung disekat-sekat dan akses ke luar yang terbatas.
Tim DVI Polri masih melakukan identifikasi dan pemeriksaan mendetail terhadap kondisi jenazah.
Namun, hasil pemeriksaan awal terhadap tubuh korban menunjukkan bahwa tidak ada luka bakar dominan yang menjadi penyebab utama kematian.
Berapa Orang yang Diperiksa Polisi Usai Gedung Terra Drone Kebakaran?
Polisi memeriksa delapan orang setelah Gedung Terra Drone terbakar pada Selasa (9/12/2025).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, delapan orang yang diperiksa adalah manajemen dan karyawan perusahaan.
Ia menyampaikan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran secara terang benderang.
Polisi juga akan menelusuri unsur pidana maupun kelalaian di balik kebakaran Gedung Terra Drone.
“Sampai saat ini, sudah ada delapan orang yang diperiksa. Karyawan dan manajemen perusahaan yang kami periksa,” ujar Roby dikutip dari Antara, Rabu (10/12/2025).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang