Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, Khofifah: Fokus Kini ke Identifikasi Korban

sidoarjo, Evakuasi Santri, Al Khoziny, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, al khoziny buduran, evakuasi santri dalam reruntuhan ponpes, al khoziny ambruk, Al Khoziny Islamic boarding school, Ponpes Al Khoziny berusia 125 tahun, evakuasi al khoziny, Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, Khofifah: Fokus Kini ke Identifikasi Korban, Fokus pada Identifikasi Korban di RS Bhayangkara Surabaya, Khofifah Dampingi Keluarga Korban, Total 171 Korban, 67 Meninggal Dunia, Hambatan Selama Proses Evakuasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025).

Keputusan tersebut diambil setelah seluruh tahapan penanganan bencana dinyatakan selesai dan berjalan cepat, aman, serta terkoordinasi dengan baik antara tim SAR gabungan, BNPB, BPBD, TNI/Polri, relawan, dan pihak pesantren.

“Per hari Selasa ini, fokus penanganan beralih ke RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI. Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting agar para santri bisa pulih dari trauma. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” ujar Khofifah di Sidoarjo, Selasa.

Fokus pada Identifikasi Korban di RS Bhayangkara Surabaya

Setelah proses pencarian korban dinyatakan selesai, kini fokus pemerintah adalah proses identifikasi jenazah korban yang ditangani oleh Tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim.

Khofifah menjelaskan bahwa dalam proses tersebut, RS Bhayangkara melibatkan tim forensik dan pakar dari Universitas Airlangga (Unair) untuk memastikan hasil identifikasi berlangsung cepat dan akurat.

“Mohon doa semuanya, mudah-mudahan tim kuat karena bekerja 24 jam secara profesional. Sehingga harus dibagi shift piket atau jaga. Terima kasih atas seluruh kerja keras dari Tim DVI dan tim pendukung lainnya,” kata Khofifah.

Khofifah Dampingi Keluarga Korban

Selama proses pengumpulan data di Ruang Ante Mortem (AM) RS Bhayangkara Surabaya, Gubernur Khofifah terlihat mendampingi para keluarga korban. Ia berupaya menenangkan dan memberikan dukungan langsung kepada para orang tua dan wali santri yang menunggu hasil identifikasi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ucap Khofifah.

Ia juga meminta para keluarga korban agar tetap bersabar dan tabah menunggu hasil identifikasi dari tim DVI.

“Kita semua mendoakan yang sudah teridentifikasi dipanggil ke haribaan Allah SWT. Mudah-mudahan mereka bahagia di sisi Allah, karena mereka sedang mencari ilmu dan menjalankan ibadah shalat. Bagi wali santri dan keluarga yang masih menunggu proses identifikasi, mohon bersabar, kuat, tabah, dan ikhlas,” tutur Khofifah.

Total 171 Korban, 67 Meninggal Dunia

Berdasarkan data resmi dari Basarnas, total terdapat 171 korban dalam peristiwa runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, dengan rincian 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 bagian tubuh (body part) yang ditemukan terpisah.

Direktur Operasi Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan telah berakhir pada Selasa siang setelah tim gabungan memastikan tidak ada lagi korban di lokasi reruntuhan.

“Kita sudah menyelesaikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban. Seluruh material bangunan yang runtuh juga sudah berhasil dipindahkan,” ujar Syafii saat meninjau lokasi kejadian.

Hambatan Selama Proses Evakuasi

Syafii menambahkan, meskipun operasi berjalan lancar, tim SAR sempat menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah akses masuk alat berat yang sempit dan area lokasi yang terbatas untuk manuver.

“Proses dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama ketika masih ada korban hidup di bawah reruntuhan. Kita berupaya maksimal untuk menyelamatkan mereka,” lanjut Syafii.

Syafii juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat sejak 29 September 2025, mulai dari personel Basarnas, TNI/Polri, BNPB, BPBD, relawan, hingga pihak pesantren yang bekerja tanpa henti hingga operasi dinyatakan selesai.

Khofifah memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendampingi keluarga korban dan para santri dalam proses pemulihan pascabencana.

“Pendampingan psikososial dan spiritual akan terus dilakukan agar para santri bisa pulih dari trauma. Pemerintah juga akan mengevaluasi aspek keselamatan bangunan pondok pesantren agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pencarian Korban Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, Gubernur Khofifah: Berikutnya Fokus Identifikasi

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.