1.001 Personel SAR Gabungan dan 22 Alat Berat Dikerahkan Cari Korban Longsor Cilacap
Balai desa dan gedung sekolah menjadi dua lokasi utama yang digunakan warga sebagai tempat pengungsian sementara pascalongsor di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kedua fasilitas itu telah dilengkapi dapur umum agar kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa lebih dari 28 kepala keluarga terdampak longsor ini.
Mereka harus diungsikan karena kondisi tanah di permukiman masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.
Bagaimana proses pencarian dilakukan?
Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area terdampak menggunakan alat berat dan bantuan anjing pelacak.
Total ada 22 unit alat berat jenis bucket eskavator yang diturunkan Kementerian PUPR dan Pemkab Cilacap ke lokasi longsor.
Ketebalan material longsor diperkirakan lebih dari delapan meter sehingga keberadaan alat berat sangat membantu proses penggalian.
Selain itu, operasi SAR juga melibatkan 1.001 personel dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan.
Untuk memperkuat pencarian, sembilan ekor anjing pelacak (K9) dari Kantor SAR Semarang, Polda Jawa Tengah, dan jajaran Polres diterjunkan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi terdapat korban tertimbun.
Abdullah menegaskan bahwa seluruh temuan merupakan hasil kerja keras tim di lapangan, meski medan yang dihadapi cukup sulit dan cuaca sering berubah.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor meninggal, Kasrinah (47) di Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025).
Apa penyebab dan dampak kerusakan longsor?
Hingga Minggu (16/11), tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang tertimbun material longsor.
Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal menjadi 13 orang. Selain itu, masih ada 10 warga yang masuk dalam daftar pencarian.
Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap Muhammad Abdullah mengatakan jenazah Diah Ramadani (17) ditemukan di Worksite A-1 pada pukul 14.58 WIB. Sebelumnya, tim SAR menemukan jenazah Kasrinah (47) di Worksite A-2 pada pukul 12.03 WIB.
“Total jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian sebanyak 13 orang, sehingga masih ada 10 orang yang dalam pencarian,” kata Abdullah.
Tim SAR juga menemukan dua bagian tubuh manusia, masing-masing di Worksite A-1 pada pukul 15.10 WIB dan Worksite B-1 pada pukul 15.05 WIB.
Longsor terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut.
Sebanyak 12 rumah rusak, sementara 16 rumah lainnya terancam. Area longsor meluas hingga sekitar 6,5 hektare dengan penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter.
Secara keseluruhan, total warga terdampak berjumlah 46 orang, terdiri dari 23 selamat, 13 meninggal dunia, dan 10 masih dalam pencarian.
Apa langkah tambahan yang dilakukan pemerintah?
BNPB juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban.
Operasi ini dipusatkan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Satu armada pesawat sudah melakukan tiga sorti penerbangan dengan total 3.000 kilogram bahan semai.
“Operasi dilaksanakan secara intensif dengan menggunakan satu armada pesawat yang diberangkatkan dari Bandung menuju area yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah terdampak,” kata Abdul Muhari.
OMC dilakukan atas arahan Kepala BNPB Suharyanto sebagai bentuk atensi pemerintah pusat yang juga sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Operasi ini akan dilanjutkan sesuai kebutuhan lapangan untuk memastikan stabilitas cuaca tetap terjaga sehingga proses evakuasi dapat berlangsung optimal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.