Operasi SAR Ditutup, 1 Anak Pelatih Valencia CF Dinyatakan Hilang Dalam Tragedi KM Putri Sakina
Operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata Putri Sakina resmi dihentikan. Setelah dilakukan perpanjangan selama dua hari, tim SAR gabungan menutup pencarian terhadap satu korban yang hingga kini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Penutupan operasi dilakukan pada Jumat, 9 Januari 2026, menyusul hasil evaluasi tim SAR yang telah memaksimalkan seluruh upaya pencarian. Korban yang belum ditemukan diketahui salah satu anak dari Martin Carerras Fernando, pelatih sepak bola wanita B, Valencia CF.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan pencarian telah dilakukan secara menyeluruh, baik di laut maupun di darat. Selama dua hari terakhir, tim SAR bahkan menyisir area hutan bakau di Pulau Serai hingga kawasan perairan Taman Nasional Komodo.
“Tantangan yang dialami tim SAR adalah kondisi cuaca dalam dua hari ini dimana terjadi hujan deras pada pagi dan sore hari. Ini menghambat pencarian,” kata Fathur.
Selain cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan arus laut yang kencang turut menjadi kendala dalam operasi pencarian. Meski demikian, tim SAR memastikan seluruh prosedur telah dijalankan secara maksimal sebelum akhirnya memutuskan menutup operasi.
“Operasi memang kita tutup, tapi tetap kita lakukan monitor terhadap satu yang belum ditemukan. Dengan telah dibukanya pelayaran, diharapkan saat berjalan ada tanda-tanda korban, tim bisa melakukan evakuasi,” kata Fathur.
Penutupan operasi SAR dilakukan secara resmi melalui apel penutupan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel SAR gabungan lintas instansi serta keluarga korban. Suasana haru tak terhindarkan, terutama saat ayah kandung korban yang dinyatakan hilang tampak menangis dan memeluk Kepala Pos SAR Labuan Bajo, Edy Suryono, usai apel berlangsung.
Selama proses pencarian, sebanyak 28 personel lintas instansi telah menetap di Pos Padar selama hampir dua pekan. Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh personel beserta armada laut ditarik kembali ke Labuan Bajo.
“Korban yang belum ditemukan, kita nyatakan hilang,” tutur Fathur.
Hingga operasi berakhir, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban lainnya, sementara satu korban dinyatakan hilang dan tetap dalam status pemantauan apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kronologi tenggelamnya KM Putri Sakinah dimulai ketika Martin Carreras Fernando, bersama istrinya Mar Martinez Ortuno dan keempat anak mereka; Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martines Ortuno Enrique Javier, serta Ortuno Andrea, merayakan liburan Natal di Labuan Bajo.
Keluarga asal Spanyol ini sempat mengunjungi berbagai tempat menarik di Taman Nasional Komodo. Namun, tragedi terjadi saat kapal wisata sewaan mereka, KM Putri Sakinah, tenggelam saat perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Mereka berencana untuk melakukan trekking di pagi hari setelahnya.
Saat kapal memasuki Selat Padar, gelombang setinggi tiga meter menghantam KM Putri Sakinah. Mesin kapal tiba-tiba mati total, dan dalam sekejap, kapal itu pun tenggelam. Di tengah situasi yang mencekam, Mar Martinez Ortuno dan putri bungsunya, Ortuno Andrea, berhasil selamat. Mereka dievakuasi bersama Kapten Lukman, empat ABK, dan seorang pemandu wisata bernama Valdus.
Laporan: Vhera Bahali