Top 8+ Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, 2 Jenazah Sudah Teridentifikasi

pesawat ATR 42-500, 8 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, 2 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Hari keenam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 pada Kamis (22/1/2026), sejauh ini Tim SAR Gabungan telah menemukan delapan jenazah di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebagai informasi, kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026).

"Kita bersyukur sudah delapan korban yang kita temukan, dan satu tulang," kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Daftar Delapan Jenazah yang Berhasil Ditemukan

Berdasarkan data Tim SAR Gabungan, berikut daftar delapan jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang sejauh ini telah ditemukan:

  • Satu jenazah laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1/2026
  • Satu jenazah perempuan ditemukan Senin (19/1/2026)
  • Enam jenazah belum teridentifikasi ditemukan Kamis (22/1/2026)

Dengan demikian, dari total 10 korban pesawat ATR 42-500 yang mencakup tujuh kru dan tiga penumpang, delapan di antaranya telah ditemukan.

Dody pun berharap dua korban pesawat ATR 42-500 lainnya dapat segera ditemukan seluruhnya.

"Mudah-mudahan (penemuan korban) bertambah, bisa seluruhnya (ditemukan), mohon doanya selalu," tuturnya.

Dua Jenazah Sudah Teridentifikasi

Dari total delapan jenazah korban yang telah ditemukan, dua di antaranya berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Sementara itu, enam jenazah korban lainnya masih menjalani proses evakuasi lanjutan untuk memastikan identitasnya. Termasuk potongan bagian tubuh.

Adapun jenazah pertama yang berhasil diidentifikasi ialah berjenis kelamin perempuan atas nama Florencia Lolita Wibisono, yang diketahui sebagai pramugari pesawat ATR 42-500.

"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibosono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," kata Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris dalam konferensi pers, Rabu (21/1/2026).

Menurut Haris, proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan sidik jari, data odontologi, properti korban, serta ciri medis. Jenazah Florencia telah diserahkan kepada keluarga dan diterbangkan ke Jakarta.

Selain itu, Tim DVI juga telah berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban lainnya yang berjenis kelamin laki-laki atas nama Deden Maulana, diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Jenazah Deden Maulana diserahkan Tim DVI kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1/2026) malam dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan pada Kamis (22/1/2026).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang