Harga Bitcoin Mandek di Bawah US$106 Ribu Tertekan Shutdown AS Tapi Ethereum Melesat
Harga Bitcoin masih bergerak datar di kisaran US$106 ribu di tengah optimisme pasar atas berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat (AS). Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di zona hijau.
Berdasarkan data CoinMarketCap hingga pukul 10.00 WIB pada Kamis, 13 November 2025, Bitcoin berada di level US$102.050setelah merosot 1,01 persen selama 24 jam terakhir Di sisi lain, Ethereum menguat 0,13 persen menjadi US$3.432.
Kenaikan turut mendorong beberapa aset kripto utama seperti XRP, Solana, Tron, Dogecoin tetapi BNB dan Hyperliquid melemah 0,59 persen dan 1,74 persen Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik 0,47 persen menjadi US$3,59 triliun.
CEO Mudrex, Edul Patel, menilai bahwa level harga saat ini menjadi zona akumulasi menarik bagi investor besar. Ia menyampaikan, para investor membeli lebih dari 108.000 BTC dalam seminggu terakhir mencerminkan kembalinya optimisme pelaku pasar dengan leverage.
Source : The Independent
"Dengan membaiknya stabilitas politik dan ekspektasi data inflasi yang lebih lemah di bawah 3,1 persen, pasar bersiap untuk pergerakan naik dalam beberapa minggu mendatang," ujar Patel dikutip dari The Economics Times pada Kamis, 13 November 2025.
Analis Riset Delta Exchange, Riya Sehgal, menyebut momentum pasar juga ditopang oleh perkembangan regulasi terbaru di AS. Termasuk wacana berakhinya shutdown AS, panduan baru dari IRS yang mengizinkan ETF dan trust kripto memperoleh imbal hasil staking dinilai memperkuat kepercayaan investor.
“Faktor-faktor tersebut mendukung arus masuk modal baru, memperkuat rebound Bitcoin dari US$100 ribu ke US$107 ribu, serta mendorong Ethereum menembus US$3.600,” kata Sehgal.
Menurut Sehgal, akumulasi investor besar alias paus dan pola teknikal menunjukkan pasar mulai stabil. Ia memperkirakan apabila Bitcoin berhasil menembus zona resistensi US$107 ribu hingga $111 ribu, tren kenaikan berkelanjutan bisa terjadi di aset digital utama.
Tim riset CoinDCX juga menilai pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah periode volatilitas. Mereka menambahkan, pasar kripto kembali menghijau berkat meningkatnya minat investor setelah Senat AS mengesahkan rancangan undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan.
"Rancangan struktur pasar kripto bipartisan yang dirilis Komite Pertanian AS untuk mengatur aset digital di bawah CFTC juga memperkuat sentimen positif,” tulis tim riset tersebut.