Rupiah Melemah di Tengah Tekanan Fiskal RI akibat Belanja dan Utang Pemerintah

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.826 per Kamis, 12 Februari 2026. Posisi rupiah itu melemah 45 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.781 pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 13 Februari 2026 hingga pukul 09.14 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.849 per dolar AS. Posisi itu melemah 21 poin atau 0,12 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.828 per dolar AS.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, di tengah penerimaan yang belum sepenuhnya pasti.

"Dalam APBN 2026, belanja negara ditetapkan sebesar Rp 3.842,7 triliun atau melonjak Rp 391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja 2025 yang mencapai Rp 3.451,4 triliun," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 13 Februari 2026.

Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 3.149,7 triliun dan transfer ke daerah Rp 693 triliun. Dari total belanja pemerintah pusat, porsi terbesar dialokasikan untuk pembayaran bunga utang yang mencapai sekitar 19 persen. Angka ini belum termasuk cicilan pokok utang pemerintah.

Selain utang, belanja besar juga dialokasikan untuk program makan bergizi gratis melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dengan porsi 8,51 persen. Selanjutnya, anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI mencapai 5,94 persen, serta anggaran Polri sebesar 4,63 persen.

Di sisi lain, upaya mengejar penerimaan negara dinilai tidak mudah. Pemerintah mematok defisit anggaran sebesar Rp 689,14 triliun atau setara 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sorotan utama tertuju pada rasio pembayaran pokok dan bunga utang terhadap penerimaan negara atau debt service ratio (DSR). Rasio ini diperkirakan menembus 40 persen, jauh di atas ambang batas aman internasional sekitar 30 persen.

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 42 point sebelumnya sempat melemah 55 point dilevel Rp.16.828 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.786. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang .

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.820 - Rp16.850," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada hari Rabu, mereka tidak mencapai kesepakatan "pasti" tentang bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran, tetapi ia menegaskan negosiasi dengan Teheran akan berlanjut.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan ia mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai dengan Iran, bahkan ketika Washington dan Teheran bersiap untuk melanjutkan pembicaraan. Para diplomat AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung pekan lalu di Oman. Tanggal dan tempat putaran pembicaraan AS-Iran berikutnya belum diumumkan.