Rupiah Melemah di Tengah Upaya Penguatan Startegi Fiskal Pemerintahan Prabowo

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.710 per Jumat, 14 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 22 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.732 pada perdagangan Kamis, 13 November 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 17 November 2025 hingga pukul 09.04 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.721 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.707 per dollar AS.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, dipandang menjadikan disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai fondasi utama penguatan ekonomi Indonesia pada 2025. Arah kebijakan ekonomi Prabowo telah membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di Asia.

Memasuki tahun 2025 dengan kondisi makroekonomi yang solid dan stabil, doktrin stabilitas makroekonomi Prabowo yang mengkombinasikan kehati-hatian fiskal, pengendalian inflasi, serta ekspansi industri jangka panjang, telah mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5-5,8 persen.

"Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan," ujar Ibrahim.

Disiplin fiskal menjadi kekuatan utama. Pemerintah menjaga defisit anggaran di sekitar 2,7 persen terhadap PDB, sementara rasio utang publik dipertahankan di bawah 40 persen mempertegas rekam jejak Indonesia sebagai negara dengan tata kelola makro yang stabil di tengah melemahnya posisi fiskal banyak negara di dunia.

Pemerintahan Presiden Prabowo fokus pada tiga variabel kunci. Di antaranya adalah stabilitas makroekonomi, tanggung jawab fiskal, dan kredibilitas pertumbuhan jangka panjang. Ketiga variabel tadi menjadi fondasi yang memberi kepercayaan besar bagi para pelaku usaha dan investor internasional.

Dari segi moneter, inflasi Indonesia tetap terkendali. Inflasi inti diproyeksikan berada di rentang 2,5-3,2 persen, sehingga mencerminkan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang terukur dan stabilnya rantai pasok nasional. Stabilitas harga ini dinilai menghasilkan kepastian yang dibutuhkan rumah tangga maupun pelaku industri.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.700 - Rp 16.740," ujarnya.