Kuasa Hukum Nina Saleha Sebut Ada Dugaan Percobaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung
Kasus dugaan bayi hampir ditukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kini memasuki babak baru setelah kuasa hukum Nina Saleha menyebut adanya dugaan percobaan penculikan. Pernyataan ini langsung menarik perhatian publik karena dinilai bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan kemungkinan pelanggaran serius terhadap prosedur keamanan rumah sakit.
Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses perawatan hingga kepulangan bayi di ruang NICU. Mereka menduga standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya ketat tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Bahkan, dari hasil analisis awal, pihak keluarga melihat adanya indikasi tindakan yang lebih serius.
“Kesimpulannya sementara adalah percobaan penculikan… SOP tidak berjalan dengan baik,” ungkap kuasa hukum Nina yang dikutip dari tayangan program TV pada Jumat, 17 April 2026.
Menanggapi kejadian ini, tim kuasa hukum Nina telah mengirimkan somasi resmi kepada pihak rumah sakit. Mereka memberikan batas waktu tertentu agar pihak rumah sakit memberikan penjelasan dan tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi.
Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada respons yang memadai, pihak keluarga menyatakan siap membawa kasus ini ke jalur hukum, baik pidana maupun perdata.
Kronologi Awal: Bayi Dirujuk ke NICU
Peristiwa ini bermula ketika Nina melahirkan bayinya di salah satu rumah sakit di Sumedang. Setelah pulang ke rumah, kondisi bayi menunjukkan tanda-tanda tidak normal, seperti kulit menguning dan muncul ruam di tubuhnya.
“Ya kan sebelumnya lahiran di rumah sakit UNPAD yang di Sumedang… dari situ kan pulang hari Jumat setelah lahiran. Hari Jumat pulang ke rumah anak saya ternyata kuning ruam-ruam,” ungkap Nina.
Melihat kondisi yang semakin memburuk hingga hari Minggu, bayi tersebut kemudian dibawa ke bidan dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif. Bayi Nina dirawat di ruang NICU selama beberapa hari sebelum dijadwalkan pulang.
Momen Mencurigakan Saat Hari Kepulangan
Situasi mencurigakan terjadi pada hari Rabu, ketika bayi Nina seharusnya pulang dari rumah sakit. Nina merasa proses kepulangan berlangsung sangat lama dan tidak seperti biasanya.
Di tengah menunggu, ia melihat seorang ibu lain hendak pulang sambil menggendong bayi dengan selimut berwarna biru yang terlihat sangat mirip dengan milik anaknya.
“Pas saya lihat kok itu mah selimutnya kayak yang anak saya gitu warna biru… saya lihat di inkubator ternyata anak saya nggak ada,” ujarnya.
Rasa curiga membuat Nina segera mendekati ibu tersebut. Setelah melihat wajah bayi yang digendong, ia semakin yakin bahwa bayi itu adalah anaknya sendiri.
“Pas lihat muka, ‘Iya, ini mah anak saya’. Terus kata saya, ‘Iya ini mah anak saya, kenapa ada di ibu gitu kan?’” katanya dengan nada panik.
Setelah Nina berteriak memanggil petugas, bayi tersebut akhirnya diambil kembali oleh suster dari tangan ibu yang sempat membawanya keluar.
Kejanggalan Lain Mulai Terungkap
Selain hampir pulang bersama orang lain, Nina juga menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal. Salah satunya adalah hilangnya gelang identitas bayi yang seharusnya terpasang selama perawatan.
“Kenapa ini mah gelang tangannya juga nggak ada, identitasnya nggak ada diputus gitu kata saya,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Nina juga mengaku sempat diminta menyerahkan telepon genggamnya oleh petugas keamanan setelah kejadian berlangsung.
“Mana handphone Ibu?… ‘Ini rating dulu rumah sakitnya,’ kata dia (security). Diambil handphone saya di situ,” tuturnya.
Menurut kuasa hukum, kejadian-kejadian tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa prosedur pengamanan pasien tidak berjalan sesuai standar.
Meski sempat mengalami situasi menegangkan, Nina menyampaikan bahwa kondisi bayinya saat ini sudah membaik dan dalam keadaan sehat. Namun, trauma yang dirasakan keluarga masih belum sepenuhnya hilang.