Apa Penyebab Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk? Ini Analisis Ahli ITS
Tragedi ambruknya mushala empat lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025), menyisakan duka mendalam.
Bangunan yang berada di area asrama putra itu runtuh saat para santri sedang melaksanakan shalat ashar sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan puluhan santri terjebak di bawah reruntuhan.
Hingga Rabu (1/10/2025), tercatat ada 108 korban, dengan 18 berhasil dievakuasi dan lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Analisis Ahli ITS: Kegagalan Konstruksi
Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Muji Himawan, menegaskan bahwa penyebab utama ambruknya mushala adalah kegagalan konstruksi.
“Semua elemen struktur dinyatakan hancur mulai dari beton, pelat, hingga balok,” jelas Muji, Rabu (1/10/2025).
Jenis keruntuhan yang terjadi, kata Muji, termasuk pancake collapse, di mana seluruh lantai runtuh menimpa satu sama lain.
Kondisi ini membuat proses evakuasi korban sangat sulit dilakukan.
Proses evakuasi korban reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (1/10/2025)
Bangunan Terkoneksi dengan Gedung Sekitar
Muji menambahkan, bangunan mushala ternyata memiliki keterhubungan dengan gedung-gedung lain di sekitarnya.
“Jadi ada sebagian elemen-elemen struktur yang mencantol, berhubungan, join, konek dengan beberapa gedung di sebelahnya,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keruntuhan tidak sampai menarik bangunan lain secara keras.
“Alhamdulillah tidak sampai tertarik dengan keras sehingga langsung putus, tetapi ada yang bersandar ke gedung sebelah duduk di sisi hijau selatan,” terangnya.
Risiko pada Proses Evakuasi
Kondisi mushala yang runtuh dan terhubung ke bangunan lain membuat tim evakuasi harus bekerja ekstra hati-hati.
“Ini menjadi konsen kita jangan sampai pada saat kita melakukan apabila pergerakan atau pengambilan struktur ini harus diamankan jangan sampai berdampak pada gedung sebelah,” jelas Muji.
Petugas SAR gabungan bersama ahli struktur terus berusaha mengevakuasi korban dengan berbagai teknik, termasuk melalui celah gorong-gorong dan jalur sempit yang sulit dijangkau.
“Kita masih fokus evakuasi korban. Kita tetap komando Basarnas baik itu lewat gorong-gorong, baik itu sesuatu yang sangat sulit mencapai korban, tapi kita akan bantu bila ada pertimbangan teknis akan kita sampaikan,” pungkasnya.
Berdasarkan analisis tim SAR gabungan dan pakar ITS, ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny dipicu oleh kegagalan konstruksi yang tidak mampu menahan beban sesuai kapasitasnya.
Keterhubungan struktur mushala dengan bangunan lain turut memperumit kondisi pasca-runtuh, baik dari sisi teknis maupun evakuasi.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .