Beriring ke Peristirahatan Terakhir, Kakak Beradik Santri Al Khoziny Dimakamkan Berdampingan

sidoarjo, Bangkalan, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, ponpes al khoziny buduran, santri al khoziny, al khoziny buduran, al khoziny ambruk, Ponpes Al Khoziny berusia 125 tahun, santri al khoziny asal bangkalan, Beriring ke Peristirahatan Terakhir, Kakak Beradik Santri Al Khoziny Dimakamkan Berdampingan, Lima Santri Asal Bangkalan Jadi Korban, Total Delapan Korban dari Bangkalan, Operasi Pencarian Resmi Ditutup, Polda Jatim Akan Selidiki Penyebab Ambruknya Bangunan

Dua santri kakak beradik asal Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi ambruknya mushala di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Keduanya, yakni M Maulidy Hasany Kamil (16) dan M Azam Alby Alfa Himam (17), dimakamkan bersebelahan di kampung halamannya di Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, pada Rabu (8/10/2025) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, M Zainul Qomar, mengatakan bahwa jenazah kedua kakak beradik itu telah tiba di rumah duka sekitar pukul 00.41 WIB, dan langsung dishalatkan sebelum dimakamkan.

“Iya itu adik kakak. Tadi juga dimakamkan bersebelahan,” ujar Qomar di Bangkalan, Rabu (8/10/2025).

“Keluarganya sudah menerima dan tidak membuka peti karena tahu kondisi jenazah yang sudah lewat tujuh hari itu seperti apa,” tambahnya.

Lima Santri Asal Bangkalan Jadi Korban

Menurut data yang diterima BPBD Bangkalan, dari 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim pada Selasa (7/10/2025) malam, terdapat lima santri yang berasal dari Kabupaten Bangkalan, termasuk dua kakak beradik tersebut.

Kelima korban asal Bangkalan itu adalah:

1. M Maulidy Hasany Kamil (16), warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega.

2. M Azam Alby Alfa Himam (17), warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega.

3. Moh Ubaidillah (17), warga Desa Karpote, Kecamatan Blega.

4. Achmad Fathoni Abil Falaf (17), warga Desa Tagungguh, Kecamatan Tanjung Bumi.

5. Mohammad Anas Fahmi (15), warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal.

Zainul Qomar membenarkan bahwa dua dari lima korban itu merupakan kakak beradik yang dikirim ke Desa Karang Gayam pada malam hari.

“Untuk malam ini ada lima KTP Bangkalan. Dua kantong jenazah tujuan Desa Karang Gayam itu kakak beradik,” jelas Qomar.

“Sementara untuk jenazah dari Desa Karpote akan dikirim selepas waktu Subuh karena jalurnya tidak memungkinkan di malam hari,” tambahnya.

Total Delapan Korban dari Bangkalan

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia asal Kabupaten Bangkalan dalam tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny mencapai delapan orang. Selain lima nama yang teridentifikasi tadi malam, tiga korban lain telah lebih dulu ditemukan.

Mereka adalah:

  • Nuruddin (13), warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega.
  • Mohammad Royhan Mustofa (17), warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal.
  • Sulaiman Hadi (15), warga Kampung Morleke, Desa Kolla, Kecamatan Modung.

Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii, memastikan operasi pencarian dan pertolongan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo telah selesai dilakukan pada Selasa (7/10/2025).

Total terdapat 171 korban dalam peristiwa itu, terdiri dari 104 orang selamat dan 67 orang meninggal dunia, termasuk delapan potongan tubuh (body part).

“Kita sudah menyelesaikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban. Dan kita juga sudah memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh,” ujar Syafii di lokasi kejadian.

Syafii menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan relawan yang telah bekerja sejak hari pertama tragedi, 29 September 2025.

Menurut dia, proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian karena kondisi bangunan yang sempit dan sulit dijangkau alat berat.

“Kita juga melakukan dengan penuh kehati-hatian, terutama ketika masih ada korban hidup di bawah reruntuhan. Kita berupaya maksimal untuk menyelamatkan mereka,” paparnya.

Polda Jatim Akan Selidiki Penyebab Ambruknya Bangunan

Sementara itu, Polda Jawa Timur memastikan akan melakukan penyelidikan penyebab ambruknya bangunan bertingkat Ponpes Al Khoziny setelah proses evakuasi dinyatakan rampung.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, penyelidikan akan dimulai dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Fokus kami saat ini masih pada upaya pencarian dan evakuasi korban robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo,” ujar Jules.

“Namun, setelah evakuasi selesai, pasti kita akan melangkah ke tahap penyelidikan dan olah TKP,” lanjutnya.

Jules menjelaskan, TKP tragedi Ponpes Al Khoziny tidak sepenuhnya steril karena sebelumnya telah digunakan tim SAR untuk proses penyelamatan korban. Meski begitu, pihaknya memastikan semua prosedur penyelidikan akan dilakukan sesuai standar kepolisian.

“TKP ini berbeda dengan kasus pidana biasa. Karena konteksnya adalah bencana, jadi tentu tidak bisa sepenuhnya bebas dari aktivitas penyelamatan,” ujarnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.