Kaki Diamputasi Tapi Masih Rasakan Nyeri, Suti Karno: Kaki Gue Gak Ada, Apa yang Mau Dipegang?

Suti Karno.
Suti Karno.

 Artis senior Suti Karno jujur mengungkap kondisi yang ia alami pasca amputasi kaki akibat diabetes. Meski satu kakinya sudah diangkat beberapa tahun lalu, perempuan 57 tahun itu masih sering merasakan nyeri pada bagian yang sudah tidak ada lagi.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah phantom pain, yaitu rasa sakit yang berasal dari saraf meski anggota tubuh sudah diamputasi. Suti mengaku sempat bingung karena sensasi itu datang tiba-tiba, padahal kakinya sudah hilang. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

"Oh, itu pasti. Karena syaraf itu masih ada. Jadi, kan saya juga mempertanyakan kepada dokter, 'Sampai kapan, Dok, masih terasa sakit?' Setiap orang beda-beda. Ada yang bisa hilang, ada yang enggak, gitu. Jadi, kadang-kadang saya merasa sakit, 'Lah, kaki gue enggak ada, apa yang mau dipegang?'" ungkap Suti dengan nada bercanda, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Meski masih diganggu rasa sakit, Suti berusaha mengikuti arahan dokter untuk melakukan latihan sederhana. Tujuannya agar otot tetap aktif meski anggota tubuhnya sudah tidak lengkap.

"Kalau saya kan suka diajarin gerak-gerakin aja, seakan-akan masih ada kaki kita, jadi otot-otot kita tetap bergerak gitu. Tapi ya, kadang kayak sekarang juga agak ngebet gitu. Cuma ya mau diapain?" tambahnya.

Aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Atun dalam Si Doel Anak Sekolahan itu menegaskan bahwa nyeri yang dirasakannya sekarang tidak separah ketika kakinya masih ada.

"Enggak, enggak seluar biasa ketika masih ada ya. Kan waktu masih ada kan sakit gitu," tuturnya.

Selain itu, Suti juga disiplin menjalani kontrol kesehatan. Ia rutin datang ke Rumah Sakit untuk menemui dokter spesialis saraf, penyakit dalam, dan jantung. Dalam sebulan, ia bisa tiga kali bolak-balik ke rumah sakit sebagai pasien BPJS.

"Saya selalu menyempatkan waktu untuk kontrol. Saya kontrol sebulan tiga kali. Itu ada jadwal. Jadi kalau jadwal kontrol saya, saya nggak terganggu juga. Harus," ujarnya.

Meski hidup dengan keterbatasan, Suti tetap berusaha menjaga semangat. Ia sadar amputasi mengubah hidupnya, namun tak membuatnya kehilangan tekad untuk terus sehat dan aktif.