Mushala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Tim SAR Gunakan Dua Metode Evakuasi Korban

Bangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai musala di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat para santri tengah melaksanakan salat Asar, Senin (29/9/2025) sore.
Peristiwa tragis itu menelan korban jiwa dan luka-luka. Hingga Jumat (3/10/2025) sore, Tim SAR gabungan berhasil menemukan total 113 korban.
Dari jumlah tersebut, 10 orang dipastikan meninggal dunia, 23 orang mengalami luka berat, dan sisanya luka ringan.
Proses Evakuasi Gunakan Alat Berat dan Manual
Upaya pencarian korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny masih berlangsung hingga hari kelima. Tim SAR menerapkan dua metode evakuasi, yakni dengan menggunakan alat berat dan pencarian manual.
Alat berat difungsikan untuk mengangkat puing-puing beton, plat, dan balok besar yang menimpa bangunan. Sementara itu, pencarian manual dilakukan petugas untuk menyisir korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.
“Kita masih terus berusaha. Alat berat terus bekerja menjangkau sisi depan, atas, dan bagian samping. Sudah sekira 50 persen yang terangkat,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Avianto, Jumat (3/10/2025) siang, dikutip dari TribunJatim.com.
Setelah puing-puing mulai diangkat, petugas dapat menjangkau bagian bawah bangunan. Dari area inilah korban mulai ditemukan satu per satu.
“Dua korban ditemukan di dekat area wudu hampir bersamaan pagi tadi. Kemudian satu korban ditemukan berjarak beberapa meter, dan satu korban lagi di sebelah kirinya berjarak beberapa meter. Semua di lantai dasar,” ungkap Nanang.
Kronologi Penemuan Korban Hari Ini
Sejumlah korban ditemukan Tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat. Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Enam menit kemudian, pukul 07.36 WIB, korban kedua kembali ditemukan di sektor A2.
Tak berselang lama, sekitar pukul 10.17 WIB, petugas kembali mengevakuasi korban di bagian timur bangunan. Penemuan berikutnya terjadi pukul 11.34 WIB.
Pada sore harinya, sekitar pukul 14.00 WIB, Tim SAR kembali menemukan satu korban dari sektor A3. Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Surabaya.
“Langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Surabaya,” kata seorang petugas di lokasi.
Hingga sore ini, pencarian korban masih dilanjutkan dengan menurunkan alat berat yang bekerja penuh 24 jam, khususnya di bagian utara dan selatan reruntuhan.
Santri Sedang Salat Asar Saat Bangunan Runtuh
Bangunan musala tiga lantai itu ambruk tepat saat para santri sedang melaksanakan salat Asar sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (29/9/2025). Banyak santri yang masih berada di lantai dasar ketika peristiwa terjadi.
Sejumlah warga sekitar mengaku mendengar suara keras seperti gempa sebelum menyadari bahwa bangunan pondok sudah runtuh.
“Kemarin izin ngecor bagian atas. Ini sepertinya tiga lantai. Setahu saya ini musala,” kata Munir, Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, di lokasi kejadian.
Sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Ambulans dikerahkan untuk membawa korban yang sudah berhasil ditemukan, sementara pencarian korban lain terus dilakukan.
Hingga hari kelima pasca-musala Ponpes Al Khoziny ambruk, diperkirakan masih ada lebih dari 50 korban yang belum ditemukan dan diduga telah meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.
Tim SAR menegaskan pencarian tidak akan berhenti sebelum seluruh korban berhasil dievakuasi.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Ini 2 Cara Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Korban Bangunan Roboh di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo