Kesaksian Ayah Santri yang Selamat dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: Dia Mimpi....

Hanan, Wali santri ponpes Al Khoziny
Hanan, Wali santri ponpes Al Khoziny

 Ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada 29 September 2025 lalu masih menyisakan duka di keluarga santri. Tercatat ada 67 santri yang meninggal dunia dalam tragedi naas itu.

Sementara 104 orang dinyatakan selamat dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satu santri yang selamat adalah Al Fatih, santri yang berasal dari Bangkalan Madura Jawa Timur. Hanan, ayah Al Fatih sempat menceritakan tentang tragedi yang menimpa putranya.

Diceritakan Hanan, bahwa pada tanggal 29 September lalu dirinya mendapatkan pesan dari salah satu wali murid santri yang mengabarkan tentang insiden ambruknya musola di ponpes tersebut. Mendapati pesan itu dirinya langsung mengonfirmasi ke pihak pengasuh ponpes di sana.

”Pengasuh langsung nangis ’iya nan Musola ambruk waktu jamaah’ saya pikir anak saya pasti jamaah ini,” cerita Hanan kepada Irfan Hakim dan Raffi Ahmad dikutip dari tayangan YouTube FYP, Rabu 8 Oktober 2025.

Saat itu dirinya yang kalut langsung memacu sepeda motornya dari kediamannya di Bangkalan Madura ke ponpes tempat putranya menimba ilmu itu. Bahkan saat itu diceritakan Hanan dirinya sampai tidak menggunakan helm saat memacu kendaraannya itu.

”Saya nggak pikir panjang bawa sepeda motor langsung ke Suramadu. Ditelfon sama adik ’kak jangan sendiri, jangan bawa motor sendiri saya susul kamu jangan nyetir sendiri’ saya udah kayak orang gila. Saya tidak bawa helm kemudian saya disusul adik,” cerita dia.

Hanan yang tiba di lokasi kejadian tak bisa berkata-kata. Dirinya hanya berserah diri akan nasib sang butra kepada Sang Pecipta. Di sisi lain, dia juga sempat mencari-cari sang putra di area luar musola ponpes tersebut dengan harapan sang putra sudah berada di luar, namun sayangnya saat itu sang putra tidak ada di luar seperti yang diharapkannya.

” Isya saya mencoba masuk dari  musola ada musola yang diwakafkan khusus dari pendahulu itu ada yang selamat. Saya masuk dari situ saya teriak ’Fatih fatih jawab nak’ tapi nggak jawab saya tawakal,” kata dia.

Tiga hari, berselang saat itu tim sar berhasil mengevakuasi enam santri, dari enam tersebut hanya dua yang tidak diketahui identitasnya. Dirinya sempat memasrahkan diri akan nasib putranya. Namun di balik tawakalnya itu, sang putra ternyata masuk dalam enam orang tersebut.

”Waktu itu yang diperkirakan masih hidup ada enam, 4 ini nggak ada namanya. Hanya saja ada selentingan yang nyebut ke saya Al tapi Al banyak. Saya baru Isya saya dengar Al kemudian tim sar itu banyak mau pakai alat saya bilang sabar. Saya tidak tau enam ini ada anak saya atau tidak tapi yang penting enam ini harus selamat saya minta ke tim sar,” cerita dia.

Keajaiban yang dialami Al Fatih

Diungkap oleh Hanan selama tiga hari, Al Fatih seperti ditidurkan oleh Sang Pencipta. Sehiggga kata dia putranya tidak mengeluhkan rasa sakit ataupun trauma hingga saat ini.

”Selama tiga hari sampai hari ini dia tidak trauma karena dia tidak sadar. Jadi dia sebelum adzan sudah ke musola dia (posisinya) pas di tengah. Dia baca Al Quran sampai ketiduran bahkan ketika solat berjamaah dia masih tidur tidak ada yang membangunkan. Ketika roboh itu dia dikira gempa anak-anak lari dia tersenggol dia bangun mau lari disenggol jatuh dia akhirnya pingsan. Dia tidur terus nggak ingat, sempat ingat katanya teman berteriak-teriak sambil mendorong itu. Al Fatih teriak jangan jangan kita diem aja nanti kehabisan suara katanya,” kata Hanan menceritakan kembali pernyataan dari Al Fatih.

Hanan juga menceritakan bahwa selama tiga hari tertimpa beton besi musola Al Khoziny, putranya tertidur. Bahkan dalam tidur itu sang putra bermimpi berjalan-jalan sambil bermain.

”Kemudian nggak sadar sampai kemudian di hari terakhir sudah golden time kamis malam itu sampai dia sadar ketika tim sar mencoba membuat terowongan di bawah itu. Dia cerita ke saya waktu sadar ’Itu Buya ada tukang kemudian banyak yang bobol saya dikasih minuman saya baru bangun’. Selama ini saya mimpi jalan-jalan main game mainan gitu. Jadi dia tidak trauma, dibawa naik truk jalan-jalan,” jelas dia.