IHSG Anjlok 51 Poin pada Penutupan Hari Ini, Konflik di Timteng Terus Bayangi Pasar

IHSG Ditutup Melemah
IHSG Ditutup Melemah

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 12,75 triliun dan volume transaksi mencapai Rp 281,44 juta. Sementara itu, total perdagangan sebanyak 1,85 juta transaksi. 

Sektor energi mengalami penurunan sebesar 2,01 persen seiring konflik di Iran yang terus berlanjut. Sektor bahan baku merosot 2,03 persen, sektor infrastruktur melemah 1,34 persen, sektor infrastruktur menyusut 0,96 persen, sektor konsumer siklikal tergerus 0,56 persen dan sektor transportasi kehilangan 0,35 persen. 

Sementara itu, sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,87 persen. Sektor kesehatan menyusul penguatan sebesar 0,29 persen, sektor konsumer non-siklikal melambung 0,27 persen, sektor properti melesat 0,17 persen dan sektor keuangan naik tipis 0,03 persen. 

Ilustrasi Investasi

"Setelah sempat bergerak menguat pada sesi pertama, IHSG bergerak di teritori negatif di sepanjang sesi kedua," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 11 Maret 2026. 

Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, investor cenderung melakukan trading jangka pendek. Strtagei ini dilakukan pelaku pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan. 

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah. IHSG sempat bergerak menguat hingga level 7.52 sebelum akhirnya ditutup melemah kembali. 

Indeks di bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Sedangkan mayoritas indeks di bursa Eropa dibuka melemah seiring dengan meningkatnya intensitas operasi militer di Timur Tengah.

Tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis telah hampir terhenti sejak AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.

Meski pasar modal bergerak lesu, tiga emiten berhasil melesat dan menduduki top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Saham CPIN melambung 3,71 persen atau 130 poin hingga menembus area 3.630.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham GOTO membukukan penguatan sebesar 3,64 persen atau 2 poin dan ditutup pada level 57.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham UNVR naik 2,83 persen atau 55 poin menjadi 2.000.